Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Strategi marketing S3 Kaesang Pangarep, memanfaatkan viralnya baliho politikus

Sumber instagram : @sangpisang2017

Belum menginjak tahun 2024, dari sekarang para politisi sudah mulai mempersiapkan diri. Hal ini dapat dilihat disepanjang jalan raya, beramai-ramai para kader partai politik menunjukkan eksistensi lewat sebuah baliho. 

Padahal kalau dipikir lebih dalam, akan terasa kurang begitu tepat langkah yang mereka ambil. 

Mengapa demikian?. 

Seperti yang kita tahu, musim Pandemi Covid-19 belum berakhir. Banyak rakyat masih menderita karena terkena dampak, baik dari segi kesehatan maupun perekonomian. 

Jadi sangat mustahil apabila respon negatif  tidak diberikan. Mungkin banyak juga yang berandai-andai, jika uang yang mereka anggarkan untuk memasang baliho disalurkan kepada masyarakat, akan lebih banyak orang membutuhkan terbantu. 

Itu andai mereka benar-benar berjuang untuk rakyat. 

Tapi terlepas dari itu semua, momen tersebut sebenarnya bisa mendatangkan sebuah peluang bisnis. Viralnya pro-kontra baliho politisi memberikan efek perdebatan di dunia maya dan tentu membuat semua fokus mata tertuju.

Sebagai seorang kaum milenial, Kaesang Pangarep mengambil langkah cepat dan terbilang out of the box. Mempunyai berbagai bisnis di bidang kuliner, dengan jeli Kaesang tidak menyia-nyiakan peluang untuk mengembangkan usahanya.

Produk Let's Toast dan Sang Pisang menjadi objek untuk di iklankan. Menggunakan media baliho yang sedang viral, penampakan sosok dari para politikus dieditnya. 

Jujur saya tertawa saat melihatnya untuk pertama kali, Kalimat dari baliho Puan Maharani yang berbunyi :

"Kepak sayap Kebhinekaan

Dirubahnya menjadi :

"Kepakkan sayapmu, Kaesang ketua roti no.1 di Indonesia. "

Strategi marketing yang sedang dijalankan Kaesang terbukti tidak hanya berhasil membuat produknya lebih dikenal, akan tetapi langkah yang diambilnya juga seperti mewakili aspirasi para kaum milenial. 

"Urung wayahe kampanye kok mekso."

Jika baliho warna merah milik Puan Maharani dieditnya untuk keperluan promosi Let's Toast, baliho dari politikus Airlangga juga terkena sasaran. Karena berwarna kuning, maka produk dari Sang Pisanglah yang dipromosikan. 

Kalimat "Kerja untuk Indonesia," diplesetkannya menjadi "Kerja untuk sang pisang."

Jika berbicara sok filosofis, kalimat-kalimat dari Kaesang memang terbilang sarkas. Dan disinilah saya merasa dia sangat berpandangan luas, terlepas dari siapa itu sang bapak.

Banyak politikus sebelum mengikuti pemilu sering mengutarakan janji kerja untuk Indonesia, kerja untuk rakyat. Padahal seperti realita yang diungkapkan oleh Kaesang, mereka kerja untuk bisnis dan kepentingannya tersendiri.  

Walaupun banyak pengamat mengatakan langkah yang dilakukan Kaesang cenderung berbahaya, tapi justru inilah saatnya kreatifitas anak muda mendapatkan apresiasi. 

Toh dengan berkembangnya usaha milik Kaesang, lapangan pekerjaan dapat disediakan. Bertambah cabang berbanding lurus dengan bertambahnya pegawai pula. Ini justru jauh lebih mulia, karena dia memberikan bukti tidak sekedar janji untuk mengurangi tingkat pengangguran. 

Maka dari itu saya sendiri selaku bakul  roti bakar dan kukus, mendukung pencalonannya untuk menjadi ketua roti no. 1 di Indonesia. 

"Kepakkan sayapmu Kaesang!."

Posting Komentar untuk "Strategi marketing S3 Kaesang Pangarep, memanfaatkan viralnya baliho politikus"