Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bertani jamur tiram bersama Ngupokoro Concept

Sumber : facebook haji doli

Siapa bilang Sarjana lulusan IAIN Surakarta tidak bisa bertani?. 

Sewaktu masih kuliah di Iain Surakarta yang sekarang telah berganti nama menjadi UIN Raden Mas Said, saya mempunyai seorang kakak senior di kampus. Dia cenderung unik, kreatif dan sangat eksentrik. Kami dulu satu organisasi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Teater. 

Namanya Edi Sarwanto, dalam sehari-hari sering dipanggil Doly. Bisa dibilang saat itu dia merupakan mahasiswa tertua se-Indonesia. 

Bayangkan! saya masuk kuliah di tahun 2011, sedangkan dia angkatan 2001. Kami terpaut sepuluh tahun, namun saat itu dia masih mengambil jam perkuliahan. Gila bukan?. 

Walaupun demikian jangan menganggapnya bodoh, saya jamin kalian akan malu sendiri. Karena seperti yang saya tahu, dalam beraktifitas tidak ada hal yang tidak bisa di lakukan. Bisa dibilang dia merupakan pria bertangan dingin.  

Untuk menyambung hidup saja, berbagai usaha pernah dirintis. Kalau saya sebutkan satu persatu, 1000 kata lebih tidak akan cukup untuk menjabarkan. Kerasnya pengalaman hidup yang pernah dilalui membuatnya seperti sekarang.

Jika Sarjana lain membutuhkan ijazah untuk menyambung hidup, lain cerita dengan Doly. Kami se-UKM pernah dibuatnya tertawa, tingkahnya membuat kami menepuk jidat. 

Bagaimana tidak?.

Saat berhasil lulus dan hendak diwisuda, dia justru masih terlelap tidur. Hari yang dianggap sakral oleh para mahasiswa tidak berlaku untuk Doly.  

Saking gemasnya, bahkan sang Rektor kampus sampai menelponnya beberapa kali. Beliau menyuruh untuk segera berangkat. Tapi namanya juga orang eksotik, dia lebih memilih untuk melanjutkan tidur. Jan

Sumber facebook : haji doli

Namun pada kesempatan kali ini saya akan fokus menceritakan sedikit kisah tentang perjalanan hidupnya di dunia pertanian. Kalau dipikir lebih dalam, disiplin ilmu yang dililihnya semasa kuliah tidak ada hubungannya sama sekali.

Karena seperti yang sudah kita tahu, IAIN merupakan kampus dengan spesialisasi jurusan agama. Untuk bertani, pengetahuan secara formal tentu tidak didapat di bangku pendidikan. Namun berkat konsep hidupnya berteater, membuat profesi apapun berhasil dipentaskan. 

Saya ingat betul ketika awal dia mulai merintis. Untuk belajar tentang caranya berbudidaya jamur tiram, merantau keluar kota sampai rela dilakukan. Tanpa ragu dia membulatkan tekad. 

Dan ketika sudah mulai bertani, saya dan beberapa rekan mereasa terenyuh ketika berkunjung. Didalam rumah kontrakan berukuran kecil dia mulai fokus merintis. Untuk tidur saja, hanya menyisakan sedikit ruang. Seisi rumah penuh dengan tanaman jamur. Untung saja ditubuhnya tidak ikut jamuran

Tapi berkat kesabaran dan keuletan yang ditunjukkan, sekarang dia telah memiliki beberapa rumah yang hanya dikhususkan untuk berbudidaya jamur tiram. 

Sumber : facebook haji doli

Dengan mendirikan wadah bernama "Ngupokoro Concept," potensi warga di sekitar tempatnya tinggal turut terserap. Doly tidak pelit ilmu, kesuksesannya dalam bertani tidak dinikmati sendiri. Hal ini dapat dilihat dari berbagai progam yang ditawarkan. 

Beralamat di Desa Kemethul, Kec. Susukan, Kab. Semarang, Ngupokoro Concept memberikan pelatihan dalam membudidayakan jamur tiram. 

Mulai dari membuat baglog (wadah untuk jamur tumbuh), menanam, sampai dengan pendampingan jamur tumbuh. 

Selain itu dari para petani, Doly juga menampung hasil panen dari mereka untuk kemudian dijadikannya sebagai bahan baku dalam pembuatan kripik jamur. 

Sumber ig : @ngupokoroconcept_

Dibawah bendera Ngupokoro Concept, segala resiko kerugian dapat ditekan sekecil mungkin. Sehingga para petani pada akhirnya tidak mengalami keresahan. 

Dimasa Pandemi Covid-19 seperti sekarang, sangat disarankan untuk segera mulai mencoba peluang yang ditawarkan. Untuk sekedar menambah penghasilan dirasa cocok. 

Jika berminat membudidaya jamur, silahkan berkirim pesan kepada Edi Sarwanto alias Doly (082331774430).

Dengan ramah dia akan menyambut kalian dan tentunya secangkir kopi juga akan tersedia. Kalaupun cuma sekedar ingin mendengarkan kisah hidupnya juga dipersilahkan. Paling Doli akan menunjuklan ijazahnya yang jamuran. Begitu. 







Posting Komentar untuk "Bertani jamur tiram bersama Ngupokoro Concept"