Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Minat baca seseorang rendah dapat dilihat dari caranya memesan menu makanan

Kapan kalian terakhir kali membaca buku?. 

Atau kalau tidak saya ganti objeknya. 

Selain menggunakan smartphone untuk bermain game, kapan terakhir kali kalian membaca artikel online di handphone?.

Kenapa saya tiba-tiba memberi pertanyaan demikian coba?. 

Karena tidak bisa dipungkiri, di Indonesia minat baca di masyarakat terbilang rendah. Dilansir dari Kominfo.go.id, menurut Unesco Indonesia merupakan negara kedua terbawah soal literasi di dunia. Dari 1000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca.  

Dan menurut riset bertajuk World's most literate nations ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State University, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 Negara dalam hal minat membaca. Padahal fasilitas dan infrastuktur untuk membaca di Indonesia sendiri termasuk yang tertinggi, bahkan diatas negara-negara eropa. Memprihatinkan memang. 

Tapi apa hubungannya literasi dengan dunia kuliner?. 

Apa sebelum membeli makanan customer harus membaca buku terlebih dahulu? Jelas tidak mungkin! repot! bisa jadi mereka justru mengurungkan niat untuk membeli. Ribet!

Nah maka dari pada itu, untuk pembahasan kali ini saya akan mencoba menunjukkan betapa rendahnya literasi di Indonesia jika dilihat dari sudut pandang penjual roti bakar. Terdengar lucu memang, tapi fakta dilapangan membuktikan.  

Saya sendiri sudah berjualan roti bakar dan kukus sekitar dua tahun dan setiap hari pula saya harus menjawab pertanyaan serupa. Sebenarnya saya bosan untuk terus menanggapi pertanyaan dari mereka, tapi sebagai pedagang pelayanan ramah harus tetap saya berikan dalam berbagai kondisi.

Sekedar info tentang detail tempat saya berjualan, menggunakan gerobak berukuran 2 meter lapak dagangan berada di emperan ruko pinggir jalan raya. Didepan gerobak sudah terpampang jelas mmt bertuliskan roti bakar dan kukus. Sedangkan di tiap sudut kaca tertempel daftar menu makanan. 

Instagram : @rotikukuspiyong

Namun masih saja sering customer menanyakan menu apa saja yang tersedia, dengan sabar setelah saya tunjukkan letak daftar menu barulah dia mencari makanan yang diinginkan. Tapi lagi-lagi saya dibuat kesal, setelah sekian lama melihat-lihat daftar menu kembali lagi dia bertanya.

"pak roti bakar rasa coklat kacang tidak ada ya?.

Padah jelas-jelas di daftar menu rasa yang dimaksud sudah tercantum lengkap dengan harga jual. Saya tidak habis pikir.

Ada lagi kasus dimana saat saya sedang menanti datangnya pengunjung, tiba-tiba dengan percaya dirinya calon customer singgah dan memesan. 

"Mas martabaknya masih?."

Saya hanya bisa menghela nafas, apa tulisan roti bakar dan kukus didalam mmt tidak dibaca?. Selain itu puluhan tumpukan roti dietalase gerobak apa belum cukup juga untuk mengidentifikasi produk apa yang saya jual. Jan!. 

Tidak hanya customer yang langsung datang ketempat, diaplikasi ojek online juga banyak orang yang seringkali asal pesan. 

Ketika orderan di Handphone berbunyi saya selaku penjual pastilah senang, sambil menunggu ojek online datang pesanan mulai saya buatkan agar nanti tidak menunggu lama. 

Di aplikasi tertera menu kukus keju coklat, ketika selesai dibuatkan dan ojek online mengambil pesanan tiba-tiba pesan singkat diterima sang driver. 

"Rotinya bakar ya mas! Jangan salah!."

Yang salah itu kamu wahai customer, jelas -jelas menu yang dililih di aplikasi roti kukus rasa keju coklat! Kenapa pula justru roti bakar yang kamu inginkan!. Kalau begini malah orang lain yang dirugikan! Saya harus membuatkan lagi agar nanti tidak mendapatkan review jelek diaplikasi, sedangkan driver harus menunggu lebih lama karena mengganti pesanan.  

"Sing salah sopo sing nanggung sopo."

Makanya agar kelak tidak merugikan orang lain mulai kebiasaan membaca buku wajib dari sekarang, tidak harus membaca buku berat sejenis pelajaran. Dari buku Novel, cerpen, bahkan komik sekalipun bisa kalian mulai agar kesadaran tentang pentingnya literasi tumbuh. 

Posting Komentar untuk "Minat baca seseorang rendah dapat dilihat dari caranya memesan menu makanan"