Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Tips bisnis membuat karyawan betah bekerja


Agar bisnis kuliner dapat berkembang, peran seorang pegawai sangatlah dibutuhkan. Dengan adanya mereka, pemilik bisnis tidak harus lagi turun tangan untuk mengurusi hal teknis dan tentunya fokus kerjaan bisa dialihkan untuk melakukan hal lain. 

Tapi yang sering menjadi masalah, pegawai yang dimiliki terkadang hanya seperti kutu loncat. Untuk bekerja, loyalitas mereka bisa dikatakan kurang. Baru sebentar bekerja sudah ijin keluar, alhasil fokus kita untuk mengembangkan usaha turut terganggu. 

Sudah susah-susah memberikan training eh ujug-ujug keluar. Dampaknya men-training pegawai baru harus dilakukan. Capek!. 

Namun sebenarnya hal ini bisa dihindari, ada beberapa cara untuk membuat karayawan betah bekerja dengan kita. 

Tapi agar lebih maksimal, sebaiknya kita perlu tahu terlbih dulu penyebab para karyawan memutuskan untuk berhenti bekerja. Siapa tahu yang sebenarnya butuh instrospeksi diri adalah si pemilik. 

1. Gaji terlampau kecil

Bagi pengusaha kuliner terlebih bagi yang baru merintis bisnis, biasanya kepastian pendapatan belum dipunya. Alhasil seringkali pemilik usaha memberikan upah yang terlampau kecil. Nah hal inilah yang seringkali menjadi faktor penyebab. 

2. Situasi lingkungan outlet berjualan 
kurang begitu nyaman

Saya pernah mempunyai sebuah pengalaman ikut kerja dengan orang, saat berjualan faktor cemas seringkali menghantui. Bagaiamana tidak? Lokasi outlet berada di pinggir jalan raya. Selain takut mendapatkan gangguan dari preman setempat, razia Satpol pp juga menghantui. 

Atau bisa juga lokasi kerja berada di mall, didalam ruangan ber-Ac bagi seorang perokok amatlah menyiksa. Jika posisi outlet sedang ramai keinginan merokok akan teralihkan. Tapi jika sepi? Gelisah sumpah. 

3. Waktu kerja berlebihan 

Sudah mendapatkan gaji kecil, jam pulang kerja selalu molor, siapa juga yang betah?. Sesekali mungkin tidak begitu masalah, tapi jika berulangkali akan menjadi sebuah masalah. 

4. Merasa kurang begitu dimanusiakan

Para pemilik bisnis seringkali tanpa disadari mempunyai pemikiran "seorang bawahan harus selalu siap dan mau mengerjakan semua perintah dari atasan". 

Karyawan hanya diibaratkan sebagai alat dan alhasil justru membuat mereka tertekan. Lebih buruknya sakit hati bisa dialami seseorang. Dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk keluar kerja. 

5. Telat menunaikan kewajiban

Disini ada 2 poin penyebab :

-  ketika jam kerja bertepatan dengan waktu beribadah. Jika posisi outlet sedang ramai, akan terasa tidak enak hati untuk meninggalkan pekerjaan dan pada akhirnya membuat waktu sholat menjadi mundur. Lama-kelamaan pertentangan batin akan dialami pegawai. Nah disinilah awal mula perasaan tidak nyaman bekerja muncul.

- Kewajiban dalam membayar gaji pegawai. Pihak pemilik bisnis kuliner tidak berhak memaksa pegawai untuk memahami keadaan bisnis. Karena bagaimanapun sebulan sudah mereka mengeluarkan keringat untuk kalian. 
Lagi membutuhkan uang eh gaji terlambat dibayarkan!. Kecewa!. 


Untuk mengantisipasi agar pegawai tidak sering keluar masuk, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. 

1. Cari pegawai sesuai kemampuan kita

Jika sedang merintis bisnis hindari memilih calon pegawai yang sudah berumah tangga. Karena kalian tahu sendiri, kebutuhan mereka banyak. Mendapatkan gaji kecil tentu dirasa kurang. 

Akan lebih bijak kalian menggunakan pekerja part time, seperti contoh para mahasiswa yang sedang mencari uang jajan tambahan. 

2. Buat lingkungan kerja senyaman mungkin

Caranya dengan memilih calon pegawai yang sesuai karakter outlet.

Jika outlet berada di tempat AC cari seseorang yang tidak perokok. Namun jika outlet berbentuk grobak, prioritaskan pria sebagai calon pegawai. Karena tenaga mereka akan lebih sesuai di lapangan. 

Bukan maksud hati menyepelekan perempuan, tapi realita dilapangan itu berat. Selain mendorong gerobak, adanya godaan-godaan dari oknum yang tidak bertanggung jawab harus menjadi pertimbangan. 

Jika tempat kerja yang dimiliki memberi kenyamanan dan keamanan, loyalitas akan tumbuh dengan sendirinya. 

3. Tunaikan kewajiban kalian sebagai pemilik usaha

Membayarkan gaji tepat waktu wajib dilakukan, selain itu jika pekerjaan membuat mereka pulang terlambat, jangan ragu untuk memberikan uang lembur. Jangan pernah sesekali mencoba untuk mencurangi para pegawai. 

4. Memanusiakan - manusia

Jalin komunikasi antar pemilik dan karyawan, berikan mereka kesempatan untuk mengutarakan pendapat ataupun memberikan masukan. Dengan demikian mereka akan merasa dihargai. 

Jangan bisanya hanya menyuruh dam marah-marah. 

5. Berikan reward 

Untuk membuat mereka betah, bonus bisa diberikan apabila penjualan mencapai target dan kinerja mereka dirasa bagus. Bisa berbentuk uang maupun jenjang karir. Bahkan sesekali mendapatkan bonus liburan juga tidak masalah. 

6. Peka dengan keadaan

Dalam bisnis kuliner terkadang pembeli datang bersamaan, sebagai pemilik jika mendapati situasi seperti itu jangan ragu untuk turun tangan. Bantu ringankan pekerjaan dari para pegawai. 

Waktu jam sholat gantikan mereka sebentar, jika ada customer memberikan komplain jangan langsung memarahi pegawai. Kalian harus siap badan memberikan penjelasan. 

Selain itu musibah juga tidak ada yang tahu, jika ada pegawai yang ijin libur kalian harus siap menggantikan menjaga outlet. Jangan sampai melarang mereka untuk mengambil libur. 

Jika para pegawai merasa sang pemilik bisnis perhatian terhadap mereka. Rasa segan akan tertanam dalam benak. Begitu. 

7. Buat perjanjian di awal

Dalam berbisnis hindari akad pertemanan, diawal masuk kerja kejelasan sudah harus diberikan kepada pegawai. Saat memilih calon siapkan kontrak kerja terlebih dahulu. 

Tujuannya tentu agar mereka tahu tidak seenaknya bisa keluar masuk. Dan kedepannya tidak menimbulkan sebuah permasalahan karena perjanjian sudah tertulis dengan jelas. Hanya orang yang benar-benar serius yang akan tetap memasukkan lamaran kerja. Begitu. 


Posting Komentar untuk "7 Tips bisnis membuat karyawan betah bekerja"