Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara mendapatkan modal untuk merintis bisnis kuliner tanpa meminjam uang dari bank


Siapa juga yang tidak mau mempunyai bisnis kuliner?. 

Untuk merubah nasib, wirausaha bisa dijadikan sebagai jalan keluar. Dan untuk memulai, berbagai keperluan harus dipersiapkan terlebih dulu. Namun biasanya keterbatasan modal sering menjadi penghalang. Imbasnya, ide yang ada dikepala hanya menjadi angan-angan. 

Apabila mempunyai mental kuat, mungkin meminjam uang di bank akan dilakukan. Ambisi bisa dikatakan sebagai faktor pemicu seseorang untuk memulai merintis bisnis. 

Tapi sebelumnya perlu digaris bawahi! Dalam dunia bisnis kepastian tidak bisa dimiliki. Skenario kemungkinan terburuk wajib dipersiapkan.

Sebagai contoh, usaha yang dirintis seringkali tidak sesuai ekspektasi. Bukannya untung kerugian justru akan dialami. Untuk makan saja pas-pasan, apalagi ditambah menanggung beban piutang. Kalian akan merasa terpuruk. 

Dan tak jarang untuk menutupi pengeluaran hutang akan kembali diambil. Bukannya aset bertambah tanggungan piutang justru menumpuk. Duh!


Maka dari itu, ketika pertama kali hendak membuka bisnis kuliner disarankan untuk tidak tergesa-gesa. Masih banyak cara yang bisa dilakukan sebagai alternatif untuk mendapatkan modal usaha. Seperti :

1. Menyisihkan uang gaji

Berada di zona nyaman ada sisi baik yang bisa diambil. Sebenarnya kepastian mendapat gaji tetap merupakan sebuah keuntungan. Dari uang yang diterima setiap bulan, sisihkan beberapa untuk ditabung sebagai keperluan dalam merintis bisnis kuliner. 

Biasanya seseorang tidak sabar untuk melakukan langkah yang satu ini, karena seringkali uang justru terpakai untuk keperluan lain. 

Nah cara mengantisipasinya, uang yang kalian sisihkan bisa langsung digunakan untuk mencicil membeli peralatan. Mulai dari kompor, wajan, hingga gerobak.  

Sehingga ketika semua peralatan telah lengkap, kalian tinggal mencari tambahan sedikit modal untuk mulai keluar dari zona nyaman. 

2. Mencari kerja dibidang kuliner yang sama

Dalam bisnis kuliner rasa hidangan merupakan yang utama, semakin berpengalaman didapur maka keahlian tangan seorang koki akan semakin meningkat. Mumpung masih muda, Sambil menabung dapatkan banyak pengalaman terlebih dahulu. 

Ditempat kerja pelajari resep dan tekhnik meracik hidangan dengan tekun. Lambat laun pelanggan akan mengakui keahlian kalian. Sehingga kelak jika mempunyai bisnis kuliner sendiri, pelanggan akan mengikuti dan mencari keberadaan kalian. 

Selain itu jangan sampai juga ketinggalan untuk mencari tahu dimana saja tempat kerja kalian membeli bahan baku. Jalin banyak relasi agar kelak dalam merintis bisnis kuliner termudahkan. 

Sekedar mengingatkan, modal usaha bukan hanya sekedar berbicara tentang uang. Keahlian, pengalaman, relasi bisnis juga merupakan modal penting yang harus dimiliki oleh setiap calon pebisnis. 

3. Menjalin kerjasama / mencari investor

Sebagai pemula di dunia bisnis kuliner, seseorang seringkali terjebak dalam sebuah idealisme. Sebagai pembuktian, brand hanya ingin dimiliki oleh perseorangan. Iki lo brandku!. 

Jika ada dua pemilik, kebanyakan orang akan takut kedepannya akan mendapatkan masalah terkait kerjasama. 

Buang jauh pemikiran seperti ini, karena bagaimanapun bekerja sebagai team akan membuat usaha lebih mudah berkembang. Yang terpenting, dalam menjalin kerjasama hindari menggunakan akad pertemanan. Semua harus jelas tertulis dan bertindak profesional. 

Ajak teman yang sefrekuensi dengan kalian, patungan modal bisa dilakukan. Dengan hadirnya orang lain faktor kerugian dapat ditekan seminimal mungkin.

Jika tidak, kalian bisa mencari investor untuk diajak kerjasama. Sistem bagi hasil bisa ditawarkan. Apabila langkah no 2 dijalankan, orang tidak akan ragu untuk berinvestasi kepada kalian. Karena bagaimapun kemampuan dan pengalaman kalian sudah teruji (membuat orang yakin investasi mereka berada ditangan orang yang tepat). 

Bahasa kasarnya, belum pernah terjun ke dunia kuliner yang akan dipilih bagaiamana orang mau percaya coba. 

4. Mencari penghasilan tambahan
Agar lebih mempercepat pengumpulan modal, pekerjaan sampingan bisa dicari. Walaupun terlalu berat dan melelahkan, kelak jerih payah kalian akan terbayar. 

Semakin banyak pendapatan diperoleh, tabungan akan terisi semakin cepat. Jadi kalian harus rela berjuang lebih keras lagi agar cita-cita semakin bisa terwujud. 

5. Menjual aset

Jika langkah 1-4 dirasa terlalu lama kalian bisa menggunakan cara menjual aset yang dimiliki. Bisa berbentuk kendaraan, barang elektronik maupun rumah. 

Dari hasil penjualan uang bisa kalian gunakan untuk mulai merintis bisnis kuliner. 

6. Menggadaikan aset

Namun apabila terlalu sayang untuk menjual aset yang dimiliki, kalian bisa menggadaikannya terlebih dahulu. Manfaatkan kantor penggadaian di sekitar tempat tinggal.  

Ketika usaha sudah berjalan dan laba berhasil dimiliki, barulah barang yang kalian gadaikan bisa ditebus. 

7. Mulai dari rumah

Dalam merintis bisnis kuliner, biaya sewa tempat tidak bisa dipungkiri merupakan hal yang paling memberatkan.  

Nah kenapa sebagai permulaan kalian tidak coba membuka usaha dari rumah terlebih dahulu? 

Manfaatkan dapur dan ruang kosong di rumah sebagai awal tempat berjualan. Terlebih diera sekarang lokasi tidak begitu berpengaruh, adanya jasa pengantar makanan online dapat dimanfaatkan untuk menjalankan bisnis. 

Bisa dibilang langkah yang satu ini menggunakan sistem bisnis kuliner cloud kitchen. Jika kalian membaca artikel Kisah inspiratif martabak dan pukis keluarga : hanya dari rumah omset 20jt didapat tiap bulan, sistem bisnis seperti ini bisa kalian terapkan. 













Posting Komentar untuk "Cara mendapatkan modal untuk merintis bisnis kuliner tanpa meminjam uang dari bank"