Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dalang penyebab Cristiano Ronaldo menggeser 2 botol Coca-Cola di ajang Euro 2021


Seperti yang kita tahu, Coca-Cola termasuk salah satu minuman bersoda yang paling digemari. Sensasi tersedak pada hidung menjadi ciri khasnya jika seorang tergesa-gesa dalam menghabiskan. 

Untuk urusan harga, Coca-Cola sangat terjangkau bagi semua kalangan. Dimasa kecil, uang saku sering saya sisihkan untuk membeli. Dulu saya beranggapan, jika anak-anak sudah bisa meminum Coca-Cola maka akan dianggap dewasa. Entah dari siapa sugesti tersebut hadir. 

Kemasan berbahan beling berisikan minuman menyegarkan, membuat Coca-Cola nampak begitu ekslusif. Padahal waktu itu minuman soda sejenis banyak sekali yang lebih murah dijual. Sebut saja, Finto, Sprata maupun Kola-kola, tapi entah kenapa Coca-Cola selalu menjadi primadona. 

Jika didalami, sejak awal diciptakan sampai sekarang untuk varian rasa sebenarnya tidak ada perkembangan sama sekali. Monoton tapi tidak membuat bosan. Aneh bukan?. 

Tapi kecintaan saya mulai pudar seiring usia, bukan karena selera berubah, melainkan faktor kesehatan yang mempengaruhi. Setelah dewasa, literasi tentang bahaya gula mulai hadir. Ditunjang dengan naiknya berat badan, menguatkan saya untuk mengurangi minuman bersoda. 

Dilansir dari CNN, kandungan dalam sekaleng minuman bersoda terdapat 36 gram gula. Sedangkan ambang batasnya sendiri, bagi orang dewasa disarankan agar tidak lebih dari 6 sendok gula perhari jika tidak ingin terserang diabetes. 

Mungkin itulah alasannya kenapa pihak dari Coca-Cola sering menyeponsori berbagai acara olahraga, citra negatif dari dampak meminum soda ingin mereka tepis. Seperti halnya di piala Euro 2021, Coca-Cola secara resmi terdaftar sebagai sponsor.


Ajang sepak bola 4 tahun sekali di benua Eropa tersebut tentu menarik perhatian banyak mata menyaksikan. Bertabur dengan para pemain bintang membuat nilai jual acara meningkat. Begitu juga bagi para sponsornya, imbal balik diterima dalam hal meningkatnya popularitas sebuah produk.  

Tapi bagi Coca-Cola lain cerita, menjelang laga Hungaria melawan Portugal diajang Euro 2021, tanpa diduga saat konferensi pers Cristiano Ronaldo menggeser 2 botol Cola dihadapannya. Bahkan dia menyiratkan lebih sehat minum air putih dibandingkan minuman bersoda. 

Lantas saja semenjak itu saham dari Coca-Cola turun drastis, menyebabkan mereka mengalami kerugian sebanyak 57 triliun rupiah. 

'Itu baru menggeser 2 botol Coca-Cola, bayangkan jika Cristiano Ronaldo menggeser kalian, mungkin harga diri kalianlah yang hilang.' Duh!. 

Tapi apa kalian tahu?. 

Dilansir dari Tempo.co, dibalik insiden tersebut ternyata melibatkan Ryan Giggs selaku rekannya di Manchester United dulu. 

Diceritakan oleh mantan pesepak bola timnas Norwegia, Jan Aage Fjortoft, yang mendengarnya langsung dari Ole Gunnar Solskjaer yang saat itu juga bermain di Manchester United. 

Ketika hendak sarapan bersama timnya dulu, Ronaldo datang dengan membawa sebotol cola ditangan. Melihat itu Ryan Giggs secara reflek mendorong Ronaldo kedinding, dia mengatakan "jangan pernah melakukan itu lagi," kata Fjortoft dalam sebuah sesi wawancara disalah satu stasiun televisi di Eropa.  

Setelah mendapatkan peringatan dari seniornya, barulah Cristiano Ronaldo tersadar. Sebagai seorang atlit pola hidup sehat haruslah dijaga. 

Dilema bagi Coca-Cola, karena bagaimanapun posisi mereka serba salah. Kesadaran tentang dampak negatif gula bagi tubuh seakan menjadi momok menakutkan bagi mereka selaku produsen minuman bersoda.

Mengeluarkan varian baru seperti Diet Cola maupun Coca-Cola Zero tidak serta merta merubah image "Minuman kurang menyehatkan tapi dicintai oleh semua orang."

 

Posting Komentar untuk "Dalang penyebab Cristiano Ronaldo menggeser 2 botol Coca-Cola di ajang Euro 2021"