Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Merasa bisnis kuliner jalan ditempat dan hanya mengalami kerugian?

Bisnis kuliner kalian sudah berjalan beberapa tahun tapi belum ada perkembangan?. 

Pikiran ingin menyerah ditengah jalan pastilah terbersit dalam kepala, ingin kembali hidup di zona nyaman untuk mendapatkan gaji tetap seringkali menggoyahkan keyakinan. Bimbang. 

Terlebih bisnis kuliner yang telah kalian pilih merupakan sumber pendapatan utama, Frustasi jelas tidak bisa dipungkiri. 

Ingin berhenti sayang, kalau diteruskan nombok. Dipersimpangan jalan seperti inilah keputusan harus diambil agar bisnis kuliner kalian tidak jalan ditempat, bahkan berakibat mengalami kebangkrutan. 

Untuk mengatasinya mungkin beberapa langkah berikut bisa diterapkan : 

- Libur sehari - dua hari untuk menjernihkan pikiran.

Dalam kondisi tertekan seseorang biasanya akan gegabah dalam mengambil keputusan. Bukannya untung, keadaan justru dapat bertambah parah jika keputusan salah diambil. 

Seperti contoh, tergesa-gesa mengambil hutang di bank, spekulasi seringkali dimainkan. 

Agar ingin cepat berhasil terkadang banyak pebisnis pemula nekat mengajukan pinjaman untuk membuka cabang baru. 

Jika dirasa cabang yang satunya berhasil, dapat dijadikan sebagai subsidi silang untuk menutupi biaya operasional cabang yang lainnya. Itu angan-angan. 

Tapi realita hidup terkadang tidak sesuai ekpsektasi. Kalau outlet yang pertama saja belum mempunyai pondasi kuat, apalagi ditambah cabang. Dua kali kerugian justru dialami dan hutang akan menumpuk. 

Alangkah baiknya tenangkan pikiran terlebih dahulu, istirahat sejenak baru kemudian cari orang yang ahli dibidangnya untuk dimintai pendapat. Setelah berbagai masukan tertampung barulah menyusun strategi untuk mengembangkan bisnis kuliner.

- Introspeksi bisnis kalian saat ini

Dalam bisnis kuliner hal yang perlu diperhatikan adalah rasa, pelayanan, inovasi, kemasan, harga dan lokasi. 

Terkadang tanpa disadari para pebisnis kuliner pemula sering jumawa, beranggapan produk ditempatnya mempunyai cita rasa yang enak dan lebih segalanya dibandingkan tempat lain.

Tapi perlu ditekankan, selera orang berbeda-beda. Untuk mengetahuinya mudah, jika resto kalian sudah terdaftar di google maps, berbagai ulasan dari customer bisa dilihat. Apakah pujian lebih banyak dibandingkan cacian?. 

Yang kedua, lama tidaknya penyajian pesanan juga berpengaruh, jika lama karena banyak antrian bisa dimaklumi. Tapi kalau tidak ada antrian tapi masih juga lama?. Nah hal ini yang sering membuat orang jengkel dan enggan untuk datang kembali ketempat kalian. Sudah pelayanan lama, tidak ramah pula. Dih.

Yang ketiga terkait tata letak sebuah resto dan harga makanan yang ditawarkan. Jika mempunyai harga yang terbilang tinggi namun berada dilokasi sekolahan, bisa dipastikan resto kalian kemungkinan akan sepi peminat. Dalam kasus ini daya beli seseorang  berbanding lurus dengan letak daerah yang ditempati. Target market kalian harus jelas. 

Yang keempat, sering kita lihat sebuah resto ramai hanya di awal. Karena rasa penasaran dari masyarakat mulai hilang otomatis resto menjadi sepi. Nah disinilah inovasi dibutuhkan, buat pembaruan terkait menu maupun desain tempat. Agar lebih menarik perhatian desain kemasan juga layak dipercantik. 

- Introspeksi diri

Rejeki sudah ada yang mengatur, tapi jika kalian sendiri susah diatur maka rezeki akan sulit diterima. Hindari  melakukan perbuatan zina, suka berghibah, kurang sedekah, durhaka pada orang tua, kurang mensyukuri nikmat dari sang pencipta dan yang terakhir berperilaku curang dalam melakukan akad jual beli. 

Karena seperti yang sudah kita tahu, memberikan rezeki pada makhluknya merupakan hak priogratif dari sang Pencipta. Tidak hanya berusaha, rajin berdoa juga wajib dilakukan guna dibukakan pintu rezeki. Untuk contohnya bisa kalian pelajari cara berdagang ala Rasullulah SAW. 

Posting Komentar untuk "Merasa bisnis kuliner jalan ditempat dan hanya mengalami kerugian? "