Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kripik jamur mantan, kisah perjalanan BRIPTU Dedi dalam mengayomi masyarakat

Tangkapan layar yt : TRANS7 OFFICIAL

Tidak bisa dipungkiri, pihak dari Kepolisian sering mendapatkan stigma negatif dari masyarakat ditengah masa bertugas. 

Banyak orang beranggapan, Polisi hanya mau bekerja ketika diberikan salam tempel. Jika tidak mendapatkan uang pelicin, laporan aduan dari masyarakat tidak akan dikerjakan. 

Teruntuk barisan orang sakit hati, pihak Kepolisian sering dikatakan hanya berani menindak rakyat kecil. Kalimat "tajam kebawah tumpul keatas," bahkan dengan tega terucap.

Yang lebih memprihatinkan, sugesti menyesatkan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut membuat opini masyarakat menjadi tergiring. Dan pada akhirnya kebencian terhadap para Polisi muncul dalam alam bawah sadar. 

Kalau dipikir dengan bijak, sebenarnya pihak Kepolisian banyak menindak masyarakat karena kelalaian dari oknum itu sendiri. 

Seperti saat berkendara semisal, dijalan raya ketika menerobos lampu lalu lintas otomatis pihak dari Polantas akan memberhentikan secara langsung. Sanksi berupa tilang akan diterima ditempat karena mereka dapat membahayakan para pengguna jalan lain.

Lain cerita jika mengungkap kasus besar, para Polisi tidak segera menindak karena kesalahan tidak tertangkap mata. Berbagai penyelidikan harus dilakukan terlebih dahulu agar bukti-bukti terkumpul. 

Dan ini memang bersifat rahasia, karena jika diumbar ke media masa, bisa jadi target operasi kabur keluar negeri. Tersangka yang ditargetkan akan memusnahkan barang bukti terlebih dahulu jika tahu sedang diintai. Ketika semua data yang dibutuhkan telah lengkap barulah operasi dilakukan. Simpel. 

Ketidaktahuan dapat menggelapkan hati manusia, sebaik apapun seseorang akan nampak selalu salah.

Padahal di Kepolisian sendiri, banyak sekali sosok inspiratif yang selalu menjaga dan mengayomi masyarakat tanpa pamrih.

Tangkapan layar yt : TRANS7 OFFICIAL

Seperti yang dicontohkan oleh BRIPTU Dedi Mahendra Sukma yang bertugas di BHABINKAMTIBMAS Desa Surenlor, Polsek Bendungan, Trenggalek, Jawa Timur. 

Dilansir dari kanal Youtube Trans7 Official, dalam acara The Police, BRIPTU Dedi merupakan sosok Polisi yang sangat layak dijadikan sebagai panutan. 

Kenapa bisa demikian?. 

Karena tidak hanya menindak para pelanggar, beliau secara langsung juga turut serta dalam membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf kesejahteraan hidup. 

Melalui progam kerja BHABINPRENEURSHIP, masyarakat yang dibina BRIPTU Dedi diberikan pelatihan terkait wirausaha dalam bidang kuliner.

Tujuannya jelas, dengan meningkatnya perekonomian maka tingkat kemiskinan dimasyarakat akan berkurang. Jika demikian, kesulitan hidup tidak bisa lagi dijadikan alasan oleh seseorang untuk terkadang berbuat kriminal.  

Padahal dalam ranah ini sendiri, sebenarnya tidak ada kewajiban bagi BRIPTU Dedi untuk membantu. Kepedulian beliau bisa dikatakan tulus dari hati, dengan penuh kesabaran para warga sekitar diajari keahlian untuk membuat berbagai macam aneka olahan kripik.

Dapat menambah penghasilan keluarga siapa juga yang tidak tertarik?. 

Tapi perjuangan BRIPTU Dedi tidaklah mudah seperti yang dibayangkan, ketika usai mengikuti pelatihan banyak warga yang menyerah ditengah jalan. 

Alasannya klasik, ketiadaan modal seringkali menyulitkan calon pengusaha untuk mulai merintis bisnis. Selain itu resiko mengalami kerugian juga menjadi salah satu faktor penyebab seseorang mengurungkan niat.

Untuk mengatasi hal tersebut maka BRIPTU Dedi mencoba mencarikan alternatif agar mereka tidak kehilangan semangat. Salah satu caranya dengan mulai menjalankan bisnis percontohan. 

BRIPTU Dedi bisa dibilang sangat peka, beliau paham, seringkali banyak orang berani mencoba ketika ada yang sudah mengawali. Terlebih kesuksesan telah didapat, dengan mudah seseorang akan terinspirasi untuk mengikuti. 

Tangkapan layar yt : TRANS7 OFFICIAL

Bersama sang istri, BRIPTU Dedi mulai merintis bisnis keripik jamur yang diberi nama "Jamur Mantan." 

Bermodalkan uang 1 juta rupiah usaha mulai dijalankan pada awal tahun 2017, dan untuk sekarang usahanya telah berkembang pesat. Tiap bulan omset yang didapat menyentuh angka 40 juta rupiah. Mengangumkan bukan?. 

Guna menjalankan operasional produksi, BRIPTU Dedi memperkejakan warga sekitar dan para mahasiswa. Diharapkan dengan adanya bantuan dari para pemuda, jiwa entrepeneur bisa mereka miliki. Dan kelak ketika lulus kuliah, lapangan pekerjaan bisa diciptakan oleh para generasi muda. 

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan kripik, BRIPTU Dedi juga menggandeng para petani jamur di daerah Kabupaten Trenggalek. Hasil panen dari mereka ditampung dengan harga bersaing. 

Berkat dekat dengan masyarakat, potensi dari warga berhasil BRIPTU Dedi kembangkan. Dan untuk sekarang, kripik buatannya telah tersebar keseluruh Indonesia. Dengan menggunakan kemasan kekinian produk dari BRIPTU Dedi sangat diminati dan bermanfaat bagi tiap kalangan. 

Dalam artikel kali ini peribahasa "semut di seberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tidak tampak," dapat kita renungkan. 

Berkat acara televisi 'The Police' yang mengangkat sisi lain dunia kepolisian, pada akhirnya masyarakat awam tahu bahwasanya menjadi Polisi itu berat. Sering mendapatkan kritik tapi dengan iklas tetap mengamankan, melayani dan mengayomi masyarakat. Begitu. 



Posting Komentar untuk "Kripik jamur mantan, kisah perjalanan BRIPTU Dedi dalam mengayomi masyarakat "