Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Franc Roddam, sosok dibalik acara MasterChef

Tangkapan layar ig : Masterchefina


Acara MasterChef Indonesia telah berjalan 8 musim sejak tahun 2011 dan dari ketujuh musim, juara telah didapat.

Menariknya, para peserta berasal dari berbagai latar profesi pekerjaan. Sehingga dalam berkompetisi tidak hanya menyuguhkan persaingan ketat, adegan lucu juga seringkali menghias tanpa disengaja. 

Seperti pada season 7 kemarin, ketika mencicipi hidangan dari salah satu kontestan (Vicky), Chef Arnold tanpa sengaja mendapatkan jebakan Batman. Jahe dalam makanan sempat dikiranya daging ayam. Mendapati sang rekan tertipu, Chef Juna selaku salah satu juri justru tertawa terbahak-bahak.  

Yah, bisa dikatakan Chef Arnold merupakan perwujudan dari kita semua, dimana dalam membedakan bumbu dapur (lengkuas, jahe) dengan daging berbumbu rendang teramat sulit. Visual makanan terkadang seringkali menjebak. 

Ketika dalam penilain semisal, di depan layar televisi hidangan dari para kontestan terlihat begitu menggoda. Tapi untuk masalah rasa terkadang ekspetasi saya terlalu berlebihan, yang saya anggap enak ternyata dewan juri anggap tidak layak. 

Rasa penasaran inilah yang menjadi salah satu alasan Acara MasterChef begitu dinanti. Jika di kompetisi lain para penonton bisa ikut serta menilai melalui dukungan sms, tapi dalam kompetisi memasak lain cerita, karena untuk menikmati sebuah rasa diharuskan mencicipi hidangan secara langsung.

Layak dikatakan para pemenang di tiap season memang merupakan yang terbaik dibandingkan peserta lain. Keahlian menyajikan makanan dan memadukan bumbu tidak bisa dipungkiri menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang Chef. Dan hanya dewan jurilah yang secara objektif dapat menentukan siapa yang berhak dieliminasi.

Kalian mungkin masih ingat dengan salah satu kejadian di MasterChef season 6, tertangkap basah melakukan kecurangan dengan menyiapkan contekkan resep, salah seorang peserta langsung dieliminasi saat itu juga tanpa mencicipi masakkannya terlebih dahulu. 

Menurut pendapat dari peserta lain, keputusan juri dirasa sudah tepat. Karena bagaimanapun regulasi peraturan haruslah ditaati oleh para peserta agar kompetisi berjalan dengan kondusif. Perjalanan untuk menjadi juara di ajang MasterChef tidaklah mudah.

Di Indonesia acara MasterChef hadir di stasiun televisi RCTI dan untuk sekarang di season 8 Juna Rorimpandey, Arnold Poernomo, Renata Moeloek masih dipercayai sebagai juri tetap sama seperti musim sebelumnya.

Tangkapan layar ig : @cinematherapy

Jika kalian suka dengan acara kompetisi memasak MasterChef, ungkapan terimakasih layak diberikan kepada Franck Roddam selaku pembuat.

Beliau merupakan seorang multitalent di dunia hiburan, lahir di Norton, County Durham, Inggris pada tahun 1946 bakatnya terasah disekolah film London. Jadi wajar apabila menjadi seorang penulis skenario, sutradara, produser televisi sukses dilakukan. 

Acara waralaba kompetisi memasak MasterChef sendiri dibuatnya pada tahun 1990 di Britania Raya dan sempat fakum pada tahun 2001. Berhasil tayang di 200 negara sudah merupakan sebuah pencapaian besar. Tanpa beliau mungkin stasiun televisi RCTI hanya akan berisi acara-acara sinetron. Duh!. 


Posting Komentar untuk "Franc Roddam, sosok dibalik acara MasterChef"