Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

strategi marketing s3 : memaknai kode angka 234 dan 354


Dulu saya sempat merasa penasaran dengan kode angka di sebuah tempat rumah makan. Tidak hanya sekali, pada lain tempat terkadang sering juga dijumpai. Biasanya dalam baliho atau mmt kode-kode tersebut tercantum. Entah itu di warung bakso, sate kambing maupun penjual nasi goreng. 

Saya kira mereka (para penjual) merupakan bagian dari salah satu silsilah keluarga yang sama. Tapi ternyata bukan, dibalik logo tersebut terkandung banyak sekali makna jika diurai lebih dalam. 

Kode yang sering saya lihat antara lain 354 dan 234.

Ketika membaca 234, mungkin kalian akan berfikir kalau angka tersebut merupakan kode yang tercantum dalam wadah di salah satu merk rokok. Tapi lagi-lagi ternyata bukan. 

Berbasis di Kota Solo, kode angka tersebut sebenarnya merupakan bagian dari sebuah identitas kelompok pengajian. MTA (Majelis Tafsir Al'quran) namanya, berdiri sejak 19 september 1972, sekarang sudah beranggotakan banyak orang dan telah menyebar ke seluruh Indonesia.

Sedangkan untuk kode angka 354 merupakan identitas dari Kelompok LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), dikutip dari Kompasiana.com, Aisyifa Waradyah G mengatakan LDII sudah berdiri sekitar tahun 1951. 

Sama-sama mempunyai basis masa yang banyak merupakan keuntungan tersendiri bagi para anggotanya. Karena tidak bisa dipungkiri, tanpa membuat sebuah kolam, para pelaku bisnis kuliner akan dengan mudah mendapatkan pelanggan loyal melalui sesama anggota pengajian. 

Untuk memajukan umat, saling membeli ditempat anggota pengajian disarankan. Jadi semisal ada yang sedang berpergian keluar kota, tempat makan berkode angka sesuai dengan identitas mereka akan diutamakan untuk dikunjungi. 

Perputaran uang pada akhirnya tidak akan lari keluar. Kalimat "dari umat untuk umat" sangat diaplikasikan dalam hidup, kesejahteraan bagi para anggotanya bisa terpenuhi. 

Kenapa mereka begitu loyal? 

Di dunia kuliner selain rasa, halal merupakan syarat wajib makanan yang harus dipenuhi agar umat muslim mau membeli. Tidak hanya dalam memperolehnya, tata cara penyajian juga harus dilakukan sesuai syariat. Seperti halnya ketika memotong hewan untuk dijadikan masakan. 

Dari pada membeli ditempat orang yang tidak kenal, maka kebanyakan dari mereka akan lebih percaya dengan teman sesama anggota pengajian. Bisa dikatakan syarat halal ditempat makan yang menggunakan kode angka tersebut sudah teruji. 

Pantas sajakan tempat makan berkode angka akan lebih mudah untuk berkembang?. 

Selain karena faktor ekonomi dan keyakinan, dengan berkunjung dapat mempererat tali persaudaraan antar sesama umat. Dimanapun mereka pergi, disanalah para sahabat siap menyambut. Maka dari itu dengan bangga para pelaku bisnis kuliner akan mencantumkan kode angka identitas pengajian mereka di tempat berjualan. 

Tanpa disadari, strategi marketing s3 layak disematkan. Karena tanpa perlu repot-repot mempromosikan bisnis kuliner dengan sendiri pembeli akan hadir.

Mengguntungkan bukan?. 

Posting Komentar untuk "strategi marketing s3 : memaknai kode angka 234 dan 354"