Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kronologi meninggalnya anak seorang driver ojek online di Bantul karena keracunan makanan dari customer

Tangkapan layar yt : kompastv

Kalian masih ingat dengan kasus Jesica Mirna tentang kopi sianida atau Munir yang diracun diudara?. 

Belum sempat hilang dari ingatan kini publik tanah air kembali dibuat gembar, kabar duka dialami oleh Bandiman seorang driver ojek online warga Bangunharjo, Sewon, Bantul. Sang anak berpulang dikarenakan keracunan sate ayam pemberian dari customer. 

Sebagai seorang driver ojek online mendapatkan tips berupa makanan tentu membuat hati senang. Tapi lain cerita ketika makanan yang didapat justru menjadi sumber malapetaka. 

Tanggal 3 mei 2021, Polres bantul mengadakan konfrensi pers. Menurut Dir reskrimmum Polda DIY Burkan Rudy Satria kepada wartawan mengatakan berhasil menangkap pelaku setelah melakukan penyelidikan selama empat hari. 

Wanita berinisial NA berusia 26 tahun asal Majalengka pada akhirnya ditetapkan menjadi tersangka melalui bukti-bukti yang telah memberatkan.

Karena motif sakit hati pelaku tega berbuat keji, tapi ironisnya justru target yang hendak dieksekusi salah sasaran. Dan akibatnya Naba Faiz Prasetya (10) selaku buah hati dari Bapak Bandiman justru menjadi korban.

Awal cerita NA bermaksud menghabisi nyawa dari Tomy seorang penyidik senior di Polresta Yogyakarta. Karena tidak terima ditinggal nikah dengan wanita lain dia berencana balas dendam dengan mencampurkan racun jenis Kalium Sianida kedalam bumbu sambal yang ada disate. 

Melalui aplikasi NA memesan jasa driver ojek online untuk mengirimkan paket makanan, dengan ongkos 30 ribu rupiah Bandiman menjalankan orderan seperti biasa. 

Namun sesampai ditujuan Tomy selaku target penerima pesanan justru tidak ada dirumah, kebetulan sang istrilah yang dijumpai. Merasa tidak kenal dengan si pengirim pada akhirnya paket makanan diberikan kepada Bandiman. 

Nah disinilah awal petaka terjadi, karena ingat dengan keluarga sate pemberian dari customer dibawa pulang untuk disantap bersama anak dan istri. 

Tapi naas setelah mengkonsumsi mereka harus dilarikan kerumah sakit. Sang istri masih bisa terselamatkan sedangkan Naba selaku sang buah hati meninggal dunia. Pukulan berat diterima oleh Bandiman, karena permasalahan cinta dari orang lain membuat keluarganya menjadi korban. 

Bandiman sendiri bisa terhindar dari keracunan karena hanya memakan sate tanpa mencampur saus sambal yang ada dimakanan. 

Atas perbuatannya tersebut NA dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider 338 KUHP tentang pembunuhan sub pasal 80 ayat 3 jo pasal 76c UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dan akan mendapat ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup. 

Makanan yang sifatnya sebagai bahan bakar bakar untuk manusia menjalani hidup justru seringkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengakhiri hidup seseorang. 

Sebagai kamuflase, ancaman dari racun yang dicampur kedalam makanan memang sulit sekali untuk dideteksi. Apalagi jika korban yang ditargetkan lengah, makanan tentu tidak akan dicurigai. Dimanapun kapanpun dan siapa saja nyawa orang bisa terancam. 

Menjadi pembelajaran bagi kita.


Posting Komentar untuk "Kronologi meninggalnya anak seorang driver ojek online di Bantul karena keracunan makanan dari customer"