Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kelapa kopyor, buah menjanjikan untuk menghidupi masyarakat

Kalian tahu kenapa kelapa kopyor mempunyai nilai jual tinggi? 

Berbeda dengan kelapa biasa, kelapa kopyor justru mempunyai tekstur krispi pada daging buah dan tidak lembek. Sementara itu dalam segi rasa cenderung lebih manis. 

Selain bisa digunakan untuk membuat makanan dan minuman, kelapa kopyor juga dapat dijadikan sebagai bahan baku alami untuk produksi kosmetik. Banyaknya manfaat yang didapat dari buah merupakan salah satu alasan kenapa kelapa kopyor dihargai sangat mahal. 

Walaupun termasuk kelainan genetik, untuk harga satu buah kelapa kopyor sendiri bisa tiga sampai lima kali lipat lebih mahal dibandingkan kelapa biasa. 

Namun yang menjadi kendala justru dalam tiap pohon kelapa jarang sekali bisa mendapatkan buah yang mempunyai isian kopyor, sehingga kebutuhan pasar belum bisa terpenuhi. Para petani kelapa hanya mampu menyediakan tak lebih dari 30% kebutuhan, baik dalam negri maupun mancanegara. 

Nah melihat adanya peluang bisnis menjanjikan, maka kesempatan ini tidak disiasiakan oleh Prof. Drs. Sisunandar M. Si.,Ph.D. 

Tangkapan layar yt : inspirasi agribisnis

Sebagai guru besar di kampus UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto), bertani dijadikan sebagai salah satu pilihan hidup selain mengajar.  

Dikebun miliknya tepat berada di Kec. Pekuncen, Kab. Banyumas, Jawa tengah, 100% pohon yang ditanam berbuah kelapa kopyor. 

Hal ini bisa terjadi lantaran Prof. Sisunandar menggunakan teknik kultur embryo dalam mengembangkan tanaman. Melalui CV. jayo agro, tekhnologi beliau terapkan dalam bertani. Caranya dengan mengambil embrio dari buah kelapa yang kopyor untuk kemudian ditumbuhkan di laboratorium.

Jadi tidak hanya mendapatkan laba dari menjual buah, bibit tanaman kelapa kopyor juga disediakan untuk kalian yang ingin mencoba bertani. 

Prof. Sisunandar mengatakan " setiap 20 hari sekali buah kelapa kopyor dapat dipanen, apabila satu tandan pohon menghasilkan 10 buah maka 250 ribu rupiah didapat. Dan jika mempunyai 10 pohon kelapa, untuk tiap 20 hari petani bisa mendapatkan uang 2,5 juta rupiah". Menguntungkan memang. 

Namun untuk kedepannya apakah menanam pohon kelapa kopyor masih menjanjikan? Soalnya dari menanam bibit sampai pohon tumbuh besar bukannya membutuhkan waktu?. 

Beliau sangat yakin, agribisnis di bidang kelapa kopyor tidak akan lesu sampai kapanpun. Ketika ditanam sekarang, sampai anak-cucu akan dapat merasakan hasilnya. Terbukti walaupun sudah mempunyai tanah seluas 6 hektar dan ditanami pohon kelapa sebanyak 600 batang, ternyata masih belum cukup untuk beliau berani beriklan. 

Perasaan takut akan kewalahan menghadapi permintaan pasar membayang. Sekarang saja ketika mengirimkan hasil panen ke Jakarta, para suplier bahkan sering ada yang tidak mendapatkan bagian. 

Jadi ketika kalian mempunyai lahan kosong, kenapa tidak ditanami pohon kelapa kopyor?.

Tangkapan layar yt : inspirasi agribisnis

Kalau kalian ingin hasil menguntungkan dari budidaya kelapa, Prof. Sisunandar melalui wawancara dari kanal youtube inspirasi bisnis memberikan beberapa tips ketika hendak mulai bertani. 

Pertama, keberadaan air bagi pohon kelapa sangat menentukan. Dalam jangka satu bulan kalau tidak ada air kuncup dari kelapa sulit menjadi bunga dan pada akhirnya pohon tidak akan berbuah. 

Kedua, kwalitas tanah haruslah diperhatikan. Tingkat kesburan sangat menentukan, direkomendasikan menanam kelapa di sekitaran sumber air seperti didekat sungai, laut maupun sawah. Jika tidak, bisa mengakalinya dengan memberikan pupuk kandang agar kwalitas tanah menjadi bagus. 

Dengan adanya tanah yang berkwalitas, nutrisi dari pohon dapat terpenuhi. Hasil yang diinginkan tiap panen tentu akan didapat. 




Posting Komentar untuk "Kelapa kopyor, buah menjanjikan untuk menghidupi masyarakat"