Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ingin bisnis kuliner kalian laris di aplikasi gojek maupun grab? Hindari mengecewakan driver

Ig : ojol_cantik

Berbicara terkait jasa pengantar makanan, driver grab maupun gojek bisa dibilang mendominasi di Indonesia. 

Selain alasan praktis, banyaknya promo diskon yang diberikan dalam aplikasi membuat semua orang terpikat untuk menggunakan. Jadi tidak heran kalau sekarang dijalanan para pengendara berjaket hijau sering terlihat memenuhi pemandangan.

Semakin banyak pengguna aplikasi, semakin bertambah pula penghasilan para driver ojek online. Dimanapun dan kapanpun mereka akan selalu siap membelikan pesanan di resto pilihan customer.

Tapi bagi para pemilik resto apa kalian tahu keresahan yang sering dialami oleh para driver ojek online ketika mengerjakan pesanan. 

Jika belum, sedikit saya jelaskan.

Pertama, menu makanan habis tapi sang pemilik resto tidak menutup aplikasi. Selain membuat driver ojek online kecewa, customer juga akan turut merasa kesal. Dampaknya orderan bisa dibatalkan dan customee beralih ke resto lain. 

Kedua, lokasi resto tidak sesuai di aplikasi. Banyak orang beranggapan driver ojek online seperti google maps, serba tahu disegala tempat. Tapi yang perlu diketahui mereka mempunyai wilayah sendiri dalam bekerja. 

Ketika resto kalian mendapatkan orderan bisa jadi driver yang mengerjakan pesanan merupakan driver luar daerah yang kebetulan lewat setelah menyelesaikan pekerjaan. Jadi untuk mempermudah pengambilan pesanan pastikan lokasi resto kalian sesuai.

Ketiga, untuk aplikasi gojek. Usahakan resto kalian mempunyai hp sendiri untuk operasional. Para driver ojek online sering mengeluh ketika mendapatkan orderan disebuah resto, aplikasi go biz berada di hp sang pemilik. Sehingga untuk memberikan pin pesanan kepada driver menjadi terkendala. Driver gojek tidak akan bisa mengerjakan pesanan dari customer jika pin belum didapat. 

Keempat, mengutamakan customer offline. Tak jarang sebuah resto mengutamakan pelanggan langsung yang datang ketempat padahal orderan yang masuk lebih dahulu didapat oleh driver ojek online. Entah karena tidak enak hati kepada pelanggan offline para driver sering dikesampingkan. 

Nah hal seperti ini harus dihindari, bagaimanapun orderan yang dikerjakan oleh seorang driver juga merupakan dari pelanggan. Membeda-bedakan hanya membuat pelayanan online menjadi lama. Pada akhirnya pembeli akan berpikir dua kali untuk memesan ditempat kalian. 

Kelima, kurang teliti dalam mengerjakan pesanan. Dalam kasus ini seringkali makanan yang diterima oleh customer tidak sesuai pesanan. Imbasnya sang driverlah yang akan dianggap kurang teliti. 

Padahal untuk makanan yang berwadah rapat atau tertutup untuk mengeceknya terlebih dahulu akan terasa mustahil. Makanan akan beresiko rusak, sehingga sang driver hanya bisa menanyakan langsung kepada si penjual apakah pesanannya sudah sesuai. Jika si penjual kurang teliti maka semua pihak akan terkena dampak. 

Keenam, no hp yang didaftarkan di aplikasi merchant tidak aktif. Di jam sibuk maupun musim penghujan pesanan yang didapat oleh seorang driver ojek online tak jarang mendapatkan lokasi resto yang jauh. 

Agar tidak menunggu untuk mengakalinya sang driver biasanya akan menghubungi pihak resto terlebih dahulu agar dibuatkan. Tapi kalau no resto tidak aktif tentu akan menyulitkan driver, kembali pelayanan akan terasa lama dimata customer. 

Ketujuh, deskripsi menu di aplikasi tidak lengkap. Imbasnya sang driver harus menanyakan kembali detail pesanan kepada customer. Walaupun terkesan remeh tapi membuat pekerjaan menjadi bertambah. Waktu akan terbuang lebih lama karena harus menunggu konfirmasi dari customer. 

Jika ketujuh hal tersebut dapat dihindari pelayanan dari resto akan meningkat. Sehingga tak hanya driver ojek online, para customer online juga akan merasa terpuaskan. 

Tidak mau bisnis kuliner kalian menjadi berkembang? Sebelum berniat membuka cabang yuk introspeksi terlebih dahulu. 

Posting Komentar untuk "Ingin bisnis kuliner kalian laris di aplikasi gojek maupun grab? Hindari mengecewakan driver"