Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Strategi marketing s3 IHOP, mengganti nama restaurant

Tangkapan layar ig : Ihop

Mengubah nama restoran hanya karena ingin promosi sebuah produk? Gila bukan?. 

Bagi para pebisnis kuliner langkah tersebut mungkin tidak akan berani ditiru. Karena bisa dibilang terlalu liar dalam sebuah strategi marketing. Dari pada mempertaruhkan nama brand kebanyakan pebisnis lebih memilih mengambil langkah aman, dimana seringkali hanya berani memberikan diskon kepada para pengunjung. 

Tapi lain hal dengan IHOP (International House of Pancake), 60 tahun setelah berdiri secara mengejutkan melalui media sosial mereka mentwet akan mengganti nama restaurant. Padahal sejak tahun 1958 reputasi IHOP  sudah dikenal sebagai restauran penyedia makanan pancake untuk menu sarapan. 

Di Amerika sendiri IHOP sangat dicintai oleh masyarakat karena produk yang ditawarkan sangat dinikmati. Mendadak mengganti nama tentu para pelanggan yang membaca cuitan tersebut merasa keheranan. 

Dan imbasnya kehebohan terjadi, 10 hari setelah twet dinaikkan 1,2 juta tanggapan diterima. Bahkan sempat menempati peringkat kedua trending twitter secara global. 

Tidak hanya pelanggan saja yang bereaksi, perusahan besar lain juga turut terpancing untuk mengomentari. Lebih tepatnya mereka menyindir terhadap keputusan yang telah dibuat. Lihat saja pada gambar dibawah. 

Tangkapan layar yt : bisnishack.com

Oh iya, di Indonesia sendiri nama IHOP mungkin akan terdengar asing bagi kalian. Tapi di berbagai negara termasuk di Amerika 1.650 cabang telah dimiliki. Sebagai jaringan restoran yang menjual panekuk untuk menu sarapan, produk lain ingin ditonjolkan. 

Sehingga dengan melakukan kampanye out of the box para pembeli diharap akan tahu bahwasanya IHOP selain menjual panekuk juga menyediakan menu Ultimate Steak Burger.  

Tepatnya pada 4 juni 2018, dari yang semula bernama Ihop berubah menjadi Ihob (International House of Burger). Sedikit lucu memang, hanya membalik huruf p menjadi b penjualan produk burger mengalami empat kali peningkatan penjualan. 

Menurt CMO IHOP Brad haley disetiap minggunya 500.000 burger berhasil terjual. Dan menurut FLM Harvest (sebuah agensi marketing di Amerika serikat), kampanye IHOP berhasil karena mengikuti keempat prinsip berikut ini :

1. Menaikkan strategi marketing mereka ke level yang lebih tinggi, disini IHOP sudah jelas berhasil merubah persepsi orang bahwasanya mereka tidak hanya menjual menu khusus.

2. IHOP tidak hanya menggunakan foto dan video dalam melakukan kampanye iklan. Totalitas ditunjukkan. 

3. Adanya 3 tahapan saat kampanye, langkah pertama IHOP berhasil menggoda netizen ketika memberitakan akan mengganti nama menjadi IHOB yang dimana arti dari huruf B disembunyikan terlebih dahulu. Setelah viral ditahap kedua mereka baru melakukan peluncuran menu dengan menjelaskan arti huruf B (burger). Setelah dirasa kampanye telah berhasil dilaksanakan ditahap ketiga mereka kembali merubah nama seperti semula IHOP.

4. Tidak meremehkan kompetitor, kita tahu sendiri banyak perusahaan beriklan dengan cara mencari kekurangan kompetitor di produk serupa. Namun lain dengan IHOP yang lebih berfokus terhadap dirinya sendiri. 

Jadi tidak heran apabila kampanye iklan yang dilakukan oleh IHOP terbukti membuahkan hasil. Berani berbeda walaupun banyak menerima kritikan memang sudah wajar terjadi. Penting wani. 






Posting Komentar untuk "Strategi marketing s3 IHOP, mengganti nama restaurant"