Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rice cooker Thanko cocok digunakan oleh para kaum jomblo


Jujur sebagai anak kos saya sering merasa kesal ketika tanpa sengaja salah memencet tombol pada rice cooker, saat ingin menanak nasi entah kenapa tombol penghangat justru saya pencet. 

Di kondisi lapar mendapati hal demikian tentu dapat mengakibatkan emosi memuncak, sudah menunggu lama eh nasi tidak matang, rasanya rice cooker ingin saya banting.

Karena kebodohan tersebut, bukannya kenyang pengeluaran justru bertambah. Rasa lapar pada akhirnya memaksa saya untuk segera membeli pengganti nasi diluar. Dan untuk beras yang sudah terlanjur dimasak hanya akan menyisakan sampah makanan, seorang diri jelas mustahil untuk menghabiskan sisa nasi didalam rice cooker.

Sebenarnya sebagai anak kos rice cooker tidak begitu penting dimiliki, karena kita tahu sendiri porsi yang ditawarkan dalam sekali masak seringkali tidak memihak kepada para kaum jomblo. Sungguh memprihatinkan memang. 

Yah tapi mau bagaimana lagi, rice cooker memang diciptakan untuk sebuah keluarga. Idealnya diperuntukkan bagi tiga sampai empat orang. 

Terlebih dimasa pandemi Covid-19, nasib para kaum jomblo bisa dibilang lebih terkucilkan. Disaat hendak makan diluar agar dapat seorang pendamping justru pembatasan social hadir, suasana baru tidak bisa didapat sesuai keinginan. Dilema. 

Kurangnya perhatian dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental seseorang, saya takut depresi membuat banyak orang menjadi gila. Apabila sampai lemah iman mungkin media masa akan dipenuhi dengan berita bunuh diri. 

Mau makan nasi satu porsi saja kok susah!.

By inibaru.id

Saya rasa beda jika hidup dijepang, walaupun tingkat bunuh diri sangat tinggi tapi setidaknya kesejahteraan dipikirkan oleh semua pihak. Keresahan-keresahan yang hadir di masyarakat banyak dicarikan solusi melalui perkembangan tekhnologi. 

Salah satunya seperti dilansir dari vice.com, pabrik peralatan dapur rumah tangga di jepang mengembangkan sebuah rice cooker kecil seukuran kotak tisue. Thanko namanya. 

Ketika hendak menanak nasi, rice cooker dari Thanko hanya dikhususkan untuk menghasilkan nasi dalam porsi sekali makan. Bagi saya inovasi tersebut sangat revolusioner karena diskriminasi terhadap kaum jomblo berhasil dihilangkan dalam pembuatan sebuah produk. 

Tiap saat semua orang bisa menanak nasi baru bagi dirinya sendiri, kehadiran orang lain tidak terlalu dibutuhkan karena keterbatasan gerak dapat teratasi. Dengan desain minimalis sangat cocok digunakan oleh anak kos seperti saya tanpa harus takut membuang nasi secara percuma. 

Toh jika salah pencet lagi nasi dapat matang lebih cepat dibandingkan rice cooker konvensional lain karena mempunyai takaran kecil. 

Asal kalian tahu, di Jepang rice cooker dari Thanko sangat laris dipasaran. Terbukti sejak diluncurkan pada tanggal 14 Desember produk sudah terjual lebih dari 50.000 pcs sampai sekarang. 

Andaikata sudah di import ke Indonesia, saya rasa dukungan akan banyak diterima oleh si importir. Demo menolak produk dari luar negri tentu tidak akan dialami karena tekhnologi tersebut belum tersedia di dalam negri. 

Dan pada akhirnya para kaum jomblo termasuk saya akan bersorak gembira. 




 


 











Posting Komentar untuk "Rice cooker Thanko cocok digunakan oleh para kaum jomblo"