Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Risoto, makanan khas itali dan leonardo da vinci

Resep Nasi Italia Ini Punya Hubungan dengan Teknologi Da Vinci siapa sangka?. 

Budaya roti yang dibawa oleh bangsa kolonial ke Indonesia, hingga kini kadang masih jadi celotehan. Di perdesaan Jawa, kadang orang yang makan roti menyebut diri ben kaya wong Londo (biar seperti orang Belanda).

Karena itu, sampai saat ini pengetahuan umum orang Indonesia tentang makanan pokok bangsa Londo atau Eropa adalah roti dengan bahan dasar gandum. Eropa jarang dikenal dengan budaya beras dan menu nasi.

Akan tetapi, sebenarnya ada banyak menu khas dari Eropa yang berbahan dasar nasi. Salah satunya adalah Italia. Di negeri tersebut, mereka memiliki sebuah resep nasi yang telah turun-temurun dengan nama Risotto alla milanese. Menu itu terkenal ke seluruh dunia.

Uniknya, sajian resep Risotto memiliki sejarah yang berkaitan dengan Leonardo da Vinci. Da Vinci sendiri diyakini sebagai salah satu manusia jenius dari Italia, yang dianggap memiliki kecerdasan unggul, baik itu seni lukis maupun inovasi teknologi.

Teknologi Leonardo da Vinci dan budidaya beras Italia

Leluhur Italia yakni bangsa Romawi, telah menggunakan beras sebagai campuran bumbu untuk mengentalkan saus. Mereka mengimpornya dari luar. Dalam catatan sejarahnya, kemudian Italia mampu membudidayakan beras sendiri khususnya di wilayah Lombardy. 

Pada tahun 1450, Francesco Sforza, penguasa Milan, menulis surat yang memesan topi yang terbuat dari "paglia di riso," atau jerami. Dia juga mengatakan bahwa ada bukti bahwa padi sudah dibudidayakan di Ferrara. Kini Ferrara adalah bagian dari Emilia Romagna.

Menurut jurnalis CNN yang bernama Julia Buckley, besar kemungkinan bahwa Leonardo da Vinci dipekerjakan oleh keluarga Sforza ini ketika berada di Milan. Keluarga tersebut adalah keluarga kaya raya, dan bertanggung jawab atas pembuatan beberapa kanal serta saluran air di Milan. Sforza sendiri sudah tertarik dengan beras 30 tahun sebelum ia membuat jalur air dari Danau Como ke pusat kota pada tahun 1482.

Menurut Diego Zancani, profesor emeritus di Universitas Oxford, Da Vinci dalam curriculum vitaenya, menulis bahwa dia adalah ahli dalam hidrolika dan saluran air. Da Vinci bekerja di Milan di bawah keluarga Sforza. Dia diduga kuat berpartisipasi dalam pembuatan kanal yang meningkatkan produksi di Lembah Sungai Po, sebuah lembah lumbung padi Italia. Jadi, besar kemungkinan kemampuan teknologi Da Vinci juga diterapkan ketika ia bekerja di bawah keluarga Sfroza tersebut.

Risotto, nasi kaldu yang nikmat tiada tara

Pada abad ke-15, diplomasi beras sering dilakukan oleh para penguasa daerah di Italia. Mereka juga sudah biasa memberikan hadiah berkarung-karung beras kepada koleganya. Namun, rekam jejak menu Risotto yang khas Italia itu, kemungkinan besar baru diracik pada abad ke-19.

Ada beberapa resep olahan beras klasik tapi yang paling terkenal adalah Risotto alla milanese. Risotto tersebut masyhur dengan kaldu yang lembut dan rasanya nikmat. Beberapa campuran yang kadang digunakan untuk membuat kaldu adalah (keju) permesan, kunyit, wine, bawang bombay, mentega, dan bumbu lainnya.

Di bawah kekuasaan Emilia Romagna, hidangan nasi yang berbahan dasar padi itu sangat sulit ditemukan. Mereka lebih terkenal dengan hidangan pasta, yang sampai saat ini tetap melekat sebagai salah satu identitas Italia. Tapi di bagian utara negara tersebut, variasi resep sajian nasi masih tetap bertahan ketika pasta mendominasi.

Orang Jawa fanatik dengan nasi. Mereka merasa belum kenyang jika belum menyantap nasi. Tapi di Italia bagian utara, banyak penduduk di sana yang juga fanatik dengan nasi atau olahan beras lainnya. Mungkin itu sesuatu hal yang mengejutkan. Namun faktanya, salah satu negara di Eropa tersebut memiliki sebuah lembaga yang bernama National Rice Organization.

Beda beras, beda cara memasak

Saat ini ada banyak varian dari olahan nasi Italia yang disebut Risotto tersebut. Namun yang paling terkenal adalah Risotto ala milanese. Sajian ini sangat khas dengan kaldu lembutnya yang mengikat pati nasi, serta warna sajian kuning cerah yang berasal dari kunyit, gurihnya sumsum tulang yang dicampur dengan mentega dan keju permesan, juga harumnya aroma bawang bombai atau bawang merah.

Kunci utama Risotto adalah pada beras yang digunakan. Orang Italia membudidayakan beras yang banyak mengandung pati. Tiga jenis beras yang sering dijadikan bahan Risotto ini adalah arborio, carnaroli, atau vialone nano.  Memasak Risotto dengan beras biasa yang sedikit mengandung pati, tidak akan mendapatkan hasil yang creamy.

Teknik memasak Risotto juga berbeda dengan cara masak beras yang biasa di lakukan di Indonesia. Di Indonesia, memasak beras biasanya langsung dicampur dengan banyak air. Tapi Risotto tersebut dimasak secara perlahan dengan menambahkan air setengah gelas secara berkala.

Cara masak seperti itu, akan membuat nasi “terpaksa” melepaskan kandungan pati sehingga menghasilkan saus alami yang creamy dan kaya akan rasa. Biasanya, menu lezat Risotto tersebut disajikan sebagai makanan primo atau pembuka sebelum sajian utama dihidangkan. 

Posting Komentar untuk "Risoto, makanan khas itali dan leonardo da vinci"