Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rasta kopi, tempat ngopi asik di soloraya

Senja, cerita dan kopi. Sekarang banyak remaja memilih jalur budaya indie untuk dijadikan sebagai kiblat dalam bersosialisasi. 

Bisa kalian lihat dengan adanya coffeshop menjamur diberbagai tempat dan sering dikunjungi. Didampingi alunan lagu dari band-band indie seperti halnya fourtwenty, feast, effek rumah kaca, float, para remaja betah menghabiskan watu dengan meminum secangkir kopi. Bagi orang kuper seperti saya kehidupan mereka terlihat keren. 

Terlebih ketika unggahan foto para remaja indie di media sosial terpampang. Kalau dalam istilah kekinian predikat instagramable patut disematkan. 

Bahkan saking kupernya, saya sempat mempunyai pemikiran bahwasanya jika ingin punya pacar cantik berburu pengunjung perempuan di coffeshop patut dicoba. Hehe mendadak naluri garangan saya terlintas dalam imajinasi.

Tapi amat disayangkan, untuk berkunjung ke coffeshop sendiri bagi saya teramat susah karena faktor pekerjaan membatasi gerak. Berjualan Roti bakar di waktu sore sampai malam hari menghambat pergaulan. 

Saya sempat heran, disaat saya merasa selalu bekerja keras kenapa mereka dengan santainya bisa menghabiskan waktu untuk menikmati secangkir kopi. Jika hidup kadang kala sepahit kopi hitam, untuk saya sendiri kehidupan kenapa selalu terasa pahit. 

Rasa iri sepantasnya tidak boleh saya miliki, dan daripada terus mengeluh pada akhirnya saya putuskan libur berjualan untuk menikmati waktu sejenak. 

Waktu itu saya putuskan untuk singgah ke rasta kopi yang beralamat di jl. Jetis raya gentan, Sukoharjo, kebetulan punya teman. Sensasi pengalaman menjadi anak indie ingin coba saya dapat.  

Kalian mungkin sedikit tidak asing dengan sebutan rasta, bahkan sampai berspekulasi bahwasanya coffeshop tersebut milik pecinta musik reggea. Namun anggapan tersebut sepenuhnya salah. 

Sedikit saya jelaskan, menurut sang pemilik rasta sendiri merupakan sebutan bagi alumni kegiatan organisasi pramuka di kampusnya dulu. Atas dasar kecintaannya terhadap pramuka maka menginspirasinya untuk memberikan nama bisnis kulinernya seputar dunia perkemahaan. Maka lahirlah @rastakopi.

Tapi jangan juga sampai membayangkan minum kopi di dalam tenda! Ribet. Di rasta kopi sendiri konsep kekinian diaplikasikan, lihat saja pada gambar-gambar dibawah.



Kesan elegan akan kalian dapat jika berkunjung, saya sendiri merasa nyaman betah berlama-lama. Terlebih fasilitas wifi tersedia, kehabisan kuota saat ngopi dan membaca artikel di media online tidak perlu ditakutkan. Saat disana saya merasa sudah seperti anak indie beneran.

Waktu itu saya memesan kopi gula aren seharga Rp. 17.000, menurut saya harga yang ditawarkan sebanding dengan rasa dan fasilitas yang diberikan. Memuaskan. 

Selain itu jika kalian datang bersama teman-teman fasilitas kartu remi maupun papan catur juga tersedia. Sehingga momen kebersamaan kalian akan terasa nyata. Tidak seperti sekarang, kumpul tapi sibuk dengan hp masing-masing. Begitu. 

Tidak sia-sia saya mengambil libur berjualan. 


Posting Komentar untuk "Rasta kopi, tempat ngopi asik di soloraya"