Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kopi kenangan mendadak viral karena ulah pegawai

Sudah membaca berita viral tentang kopi kenangan?

Di dunia kuliner pelayanan merupakan salah satu kunci dalam menggait pelanggan loyal. Tapi bisa berbalik menjadi bumerang apabila pelayanan buruk diterima oleh para pelanggan.  

Kehilangan seorang pelanggan hanya dampak kecil dari sebuah wujud kekecewaan. Parahnya ketika pelanggan meluapkan kekesalan di media sosial, label buruk bisa disematkan kepada brand dari para pemilik bisnis. 




 Seperti halnya kasus terbaru di kopi kenangan, selebgram Dinda shafayana melalui unggahannya di tik tok mengeluh mendapatkan sebuah pelecehan. Pintu kamar mandi yang dipakainya kala itu didobrak oleh seorang pegawai. 

 Dan atas kejadian tersebut pihak dari kopi kenangan pada akhirnya meminta maaf kepada keluarga korban, sedangkan sang pelayan mendapat sanksi dirumahkan sementara sampai penyelidikan selesai. 

Karena ulah satu orang, image yang dibangun dalam merintis bisnis kuliner selama ini bisa rusak, selektif dalam memilih pegawai memang harus dilakukan. Jangan sampai kasus serupa kembali terjadi.

Dari viralnya kopi kenangan memberikan sebuah pelajaran bahwasanya diatas skill maupun pengalaman kerja aspek moral bisa dikatan diatas segalannya. 

Tapi dalam proses perekrutan karyawan moral dari seseorang bukankah tidak bisa diukur ataupun dinilai? Lantas bagaimana cara kita memilih?.

Apa kriteria persyaratan "jujur dan rajin beribadah" yang selama ini banyak dimasukkan para penyedia lapangan pekerjaan kurang begitu efektif dalam menyaring calon pegawai?. 

Atau justru mutu kwalitas orang Indonesia sendiri memang masih kurang dalam hal profesionalitas?. 

Bisa jadi, jika melihat di media sosial terutama di grub fb lowongan pekerjaan saya sendiri seringkali dibuat kesal ketika membaca postingan. 

Karena kebanyakan orang dalam mencari kerja hanya memperhitungkan berapa materi yang akan didapat? Jenis pekerjaan apa yang ditawarkan? Dan justru jarang sekali saya temukan karakteristik orang yang berfikiran apa saja yang bisa dipelajari saat bekerja. 

"alah yang penting kerja - selesai - pulang - gajian."

Yasudah, jika demikian pengembangan diri tentu tidak akan didapat. Sikap profesionalisme akan terkikis lambat laun. Terlebih bagi bisnis kuliner yang telah mempunyai banyak cabang, tantangan berat lebih dirasakan. Monitoring pada setiap cabang wajib dilakukan guna mengawasi kinerja para pegawai pada tiap outlet. 

Lantas langkah kongkritnya dalam merekrut karyawan harus bagaimana?.

Untuk meminimalisir agar terhindar dari resiko medapatkan pegawai yang merugikan langkah berikut bisa diterapkan. 

1. Moral maupun sifat dari calon pelamar tentunya akan sulit dinilai pada saat awal mendaftar. Untuk mengetahuinya kita bisa pantau melalui media sosial yang dimiliki. Jejak digital bisa ditelurusi guna melihat kepribadian seseorang. 

Hindari memilih calon pegawai yang cenderung mempunyai banyak postingan negatif, entah itu sekedar foto maupun tulisan. Orang yang berperilaku baik di media sosial juga bisa melakukan kesalahan apalagi yang selalu mengumbar kejelekan?. Meminimalisir resiko wajib dilakukan dalam menjalankan bisnis kuliner. 

2. Cari pegawai berpengalaman, terbentuknya karakter profesional lahir dari pengalaman panjang. Melalui kerasnya hidup karakter seseorang dapat terbentuk, tak terkecuali didunia kerja. Belajar dari kesalahan tentu sudah dirasakan oleh mereka.

Jadi untuk merekrut pegawai jangan ragu mengambil orang yang berpengalaman di bidangnya. Menggaji lebih mahal sedikit dirasa lebih baik dari pada sekedar mengambil calon pegawai asal-asalan. Karena dalam menjalankan bisnis jangan sekedar mencoba-coba. 

3. Melalui rekomendasi, walaupun terkesan nepotisme tapi jika dilakukan dengan benar justru akan lebih efektif. Kinerja maupun moral biasanya orang terdekat tahu, maka dari itu percayakan kepada salah seorang pegawai untuk mencari orang yang sesuai. 

Dari sudut pandang calon pegawai akan merasakan tekanan psikologis karena harus menjaga nama baik orang yang telah membawanya. 

4. Buat seleksi masuk sesulit mungkin, sesuatu yang sulit diraih pasti akan dijaga dengan sepenuh hati apabila telah berhasil memperolehnya. Demikian dengan pekerjaan, ketat dan kerasnya perjuangan tentu tidak akan mereka lupakan. 

Dan hanya orang yang seriuslah yang berani mencoba mendaftar. 

5. On time, pada pelamar yang telah berhasil lolos seleksi tahap awal dan lanjut ke tahap interview bisa menerapkan ujian kedisiplinan. Jangan sekali - kali menerima calon pegawai yang datang tidak tepat waktu saat proses wawancara. 

Nah jika dirasa calon pegawai sudah didapat maka jangan sampai ketinggalan untuk melakukan training kerja terlebih dahulu. Tanamkan standar SOP yang dimiliki perusahaan, walaupun lama tidak menjadi masalah. Jangan terburu - buru untuk melepas pegawai di tahap training. Untuk penempatan bisa kalian taruh dicabang pusat terlebih dahulu dan kemudian baru di pindah tugaskan ke cabang lain agar Pelanggan merasa nyaman. Begitu. 

Posting Komentar untuk "Kopi kenangan mendadak viral karena ulah pegawai"