Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 brand kuliner asli Indonesia yang dikira produk luar



Siapa bilang brand kuliner lokal Indonesia kalah bersaing dengan brand luar negri?

Sebut saja Indomie, memang ada yang bisa menandingi? Diluar negri bahkan produk dari Indofood CBP ini sangat digemari. Saking tenarnya, para youtuber luar negri sering menjadikannya sebagai bahan konten. Entah itu review produk maupun sosial eksperiman. 

Saya sendiri turut bangga, semakin kemari perkembangan produk-produk kuliner dalam negri bisa dikatakan mengalami peningkatan. Entah dari segi produksi maupun dalam hal branding. 

Tiap produk jelas memiliki target marketnya sendiri, sehingga untuk menyesuaikan kebutuhan kwalitas dari produk sangat dijaga oleh para pelaku bisnis agar tidak tergerus dengan brand kuliner impor. 

Dari terbentuknya image sebuah produk bahkan sempat membuat orang salah mengira. Beberapa produk dibawah seringkali dikira produk kuliner dari luar negri. Padahal tiap hari seringkali kita menjumpai bahkan mengkonsumsinya. 

Nah Brand kuliner apa saja itu?. Berikut saya cantumkan data dibawah :

1. J.co donuts

Jhonny andrean merupan sang pemilik, sebelum terjun ke dunia kuliner beliau lebih dikenal sebagai pakar dalam dunia kecantikan. 

Di tahun 2003 Jhonny mulai terjun ke dunia kuliner dengan membeli franchise Breadtalk dari negara Singapura. Selang 2 tahun berjalan beliau memutuskan untuk mendirikan brand kulinernya sendiri. Dan pada tahun 2005 pada akhirnya J.Co donuts lahir. 

Kini cabang gerai yang dimiliki sudah tersebar di berbagai daerah dan mancanegara. 

2. Silverqueen

Mengusung tag line santai belum lengkap tanpa silverqueen dan beriklan menggunakan pemeran orang bule (orang luar) siapa sangka produk ini asli dari Indonesia. 

Jujur saya sendiri pada awalnya tidak percaya, namun setelah mengulik lebih jauh ternyata produk coklat ini ternyata berawal dari sebuah pabrik di garut. Setelah era kolonial berakhir Ming Chee Chuang memutuskan membeli pabrik coklat NV Ceres dan kemudian merubahan namanya menjadi pt. Perusahaan industri ceres. 

Di Negara tropis membuat coklat batangan dikala itu dirasa mustahil, namun berkat keuletan dan kerja kerasnya pada akhirnya Silverqueen tercipta. Coklat batang dengan bertabur kacang mete didalamnya menjadi primadona sampai sekarang.

3. Hokben (Hoka hoka bento) 

Pasti kalian sempat mengira bahwasanya Hokben merupakan tempat makan asal negri sakura yang didalamnya menjual bento. 

Padahal Hokben sendiri pada awalnya berdiri di daerah kebun kacang Jakarta pusat, tepatnya pada tahun 1985. Hendra arifin selaku pencetus mencoba menghadirkan makanan bergaya khas jepang. Branding yang dibuatnya berhasil melekat dihati para penikmat. Sampai-sampai Hokben benar dikira sebagai produk brand kuliner asli dari jepang.  

4. Cfc

Dari namanya saya juga sempat beranggapan kalau restoran yang menjual ayam cepat saji ini merupakan waralaba dari negri paman sam. Mengusung nama daerah Callifornia siapa sangka CFC berada di bawah naungan PT Pioneerindo Gourmet Tbk perusahaan asal Indonesia. 

5. La fonte

Makanan pasta spaghetti memang identik dengan kuliner khas italy dan produk La fonte sendiri seringkali dikaitkan. Padahal Pt. Indofood sukses makmur tbk melalui anak usahanya Bogasarilah yang menciptakan produk tersebut. 

6. Holland bakery

Makanan pokok orang Indonesia bisa dikatakan nasi, sedangkan untuk roti sendiri lebih dikenal sebagai makanan pokok orang barat. Terlebih mengusung nama Holland bakery, menyimpulkannya sebagai merk dagang dari negri Belanda tidaklah salah. 

Namun asal kalian tahu, Holland bakery sendiri merupakan brand kuliner asli Indonesia yang berdiri sejak tahun 1978 dibawah naungan Pt. Mustika Citra Rasa. Dan sekedar info, Holland bakery merupakan toko roti pertama di Indonesia yang mengusung konsep modern. Dimana dalam segi kwalitas, halal dan rasanya sangatlah teruji. 

7. Equil

Minuman kemasan yang satu ini terlihat amat elegan, terlebih seringkali dipakai pada acara-acara formal. Bagi yang belum tahu mungkin kalian sempat mengira bahwa isi didalamnya merupakan minuman keras. 

Anggapan tersebut sangatlah salah, tersebar diberbagai negara seperti di arab saudi, italy dsb ternyata produk kuliner yang satu ini di produksi di kabupaten Sukabumi di bawah naungan PT. Equilindo lestari.

Posting Komentar untuk "7 brand kuliner asli Indonesia yang dikira produk luar"