Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sampah kemasan plastik di Indonesia musibah ataukah peluang usaha bagi generasi muda?

Pernah mendengar istilah "don't judge a book by its cover?."

Didunia kuliner rasa dari sebuah makanan merupakan syarat utama dalam menjual dagangan, tapi tidak bisa dipungkiri kemasan justru menjadi daya tarik bagi seseorang untuk membeli. Terlebih lagi mereka belum mengetahui rasa didalamnya, jelas saja desain dari sebuah kemasan menjadi pertimbangan pertama saat memilih. 

Sourced : pixabay

Terutama untuk kemasan berbahan dasar plastik, karena praktis dicetak dan memiliki nilai jual lebih maka seringkali dipakai diberbagai produk. Tapi ironisnya setelah menikmati makanan yang dibeli bungkus kemasan justru tidak diperhatikan, dibuang secara langsung dan berakhir hanya sebagai sampah. Nah dari sinilah awal permasalahan lingkungan hidup dimulai. 

Plastik merupakan bahan material yang sangat sulit terurai, membutuhkan waktu 10 hingga 1000 tahun lamanya agar bisa hancur. Itupun dengan catatan tiap jenis plastik berbeda-beda. Terlebih juga sampah plastik kemasan banyak sekali berserakan dimana-mana. Contohnya disekitar tempat tinggal kalian, diselokan ataupun sungai seringkali terdapat pemandangan tidak mengenakkan mata. 

Melansir dari artikel detiknews, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menaksir timbunan sampah di Indonesia pada tahun 2020 sebesar 67.8 juta ton. Dan berdasarkan study dari University of Georgia, Indonesia menempati posisi kedua setelah China sebagai negara yang paling banyak membuang sampah kelautan. Sungguh memprihatinkan memang. 

Mungkin sebelum lanjut ke pembahasan kita harus tahu terlebih dahulu dampak buruk dari pemakaian plastik. 

Pertama, apabila membakar plastik maka mengakibatkan polusi udara, kandungan kimia didalamnya akan berakibat fatal bagi kesehatan manusia. Jika tidak dibakar dan dibiarkan dapat mengurangi tingkat kesuburan tanah. Sumur-sumur disekitar akan tercemar karena adanya rembasan dari zat kimia. 

 Kedua, merusak habitat satwa dan ekosistem, kesadaran membuang sampah pada tempatnya masih minim sekali di Indonesia. Tanpa rasa bersalah seringkali sungai ataupun laut dijadikan alternatif sebagai tempat pembuangan. Dan imbasnya? Air menjadi tercemar, banyak hewan yang telah mati karenanya. Di kepulauan seribu semisal, penyu-penyu mati dikarenakan memakan sampah. 

Ketiga, dengan rutin membuang sampah ke sungai maupun selokan, pendangkalan air akan terjadi dan menjadi salah satu penyebab banjir. 

Keempat, penggunaan plastik kemasan dapat mengakibatkan gangguan reproduksi pada manusia, apabila makanan atau minuman yang terbungkus dalam keadaan panas dapat menimbulkan pembengkakan hati. 

Lantas apakah kita harus menggunakan daun pisang dan daun jati sebagai pembungkus makanan?. 

Nah disinilah peran anak muda dibutuhkan, dimana kreatifitas mereka diuji untuk melakukan gerakan cinta lingkungan. Selama ada permasalahan hidup maka disitulah ada peluang bisnis, selain mendapatkan untung dari segi financial dengan turut serta memperhatikan lingkungan maka secara tidak langsung kelayakan hidup masyarakat dapat terbantu dan terpenuhi. Melakukan pembaruan terhadap kemasan makanan merupakan salah satu bentuk alternatif dalam mengatasi permasalahan sampah plastik di Indonesia. 

Yang menjadi pertanyaan apakah mereka mau mengambil kesempatan berkontribusi untuk sesama?.

Keterbatasan pengalaman seringkali dialami oleh para anak muda, mempunyai skill dalam berkarya tapi bingung dalam menyalurkan minat dan bakat menjadi penghalang. Keahlian mereka pada akhirnya akan layu jika tidak dimanfaatkan. Padahal peluang terbuka lebar, ditunjang dengan banyaknya jumlah UMKM di Indonesia terkait bisnis kuliner. 

Dimulai dengan Menjual jasa desain, di pasaran bentuk dan desain dari kemasan bersifat pabrikan. Sedangkan model yang dipunya juga hanya sedikit, kalian bisa menciptakan desain kekinian untuk ditawarkan kepada pihak yang membutuhkan. 

Dalam pengaplikasiannya tinggal cari pemasok bahan baku kemasan ramah lingkungan, siapkan desain yang dipesan kemudian bawa ke tempat percetakan. Mudah bukan?. 

Dengan menciptakan produk kemasan baru yang ramah lingkungan bisa dikatakan sebagai bentuk dari langkah pencegahan terhadap kerusakan alam. Sedangkan untuk sampah yang sudah terlanjur menumpuk kreatifitas dan imajinasi para pemuda bisa dimanfaatkan untuk mendaur ulang. 

Membuat kerajinan tangan berupa tas, dompet, keranjang, hiasan berbahan dasar plastik dapat dijadikan sebagai alternatif dalam mengurangi sampah di Indonesia

Dari semula barang tidak berguna berhasil dimanfaatkan untuk menunjang aktifitas hidup dan mempunyai nilai jual tinggi. 

Serta agar kesadaran terhadap kepedulian lingkungan terbentuk, perlu adanya edukasi di masyarakat. Dan jangan salah!, menjadi konten creator bertema lingkungan bisa dijadikan sebagai peluang pekerjaan bagi anak muda. Tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, melalui google adsense dan endorse dari produk terkait pendapatan bisa kalian raih.

Tapi sebelum memulai menjalankan gerakan peduli lingkungan. Kalian harus tahu terlebih dahulu apa saja bahan kemasan yang ramah lingkungan dan mempunyai daya jual.

1. Kardus

Sourced : pixabay

Selain dari segi keamanan, kardus merupakan salah satu bahan ramah lingkungan karena mudah terurai. Setelah pemakian bisa juga didaur ulang dan kembali dimanfaatkan. Pada kemasan makanan, trend menggunakan kardus sudah mulai meningkat. Mempunyai nilai ekstetika tersendiri menjadikan para pebisnis kuliner memilihnya. 

2. Paper bag coklat

Sourced : pixabay

Sepertihalnya kardus, paper bag coklat juga merupakan bahan kemasan ramah lingkungan, simpel dan praktis merupakan keunggulan tersendiri sehingga di berbagai restoran cepat saji menggunakannya.

3. Food container

Sourced : pixabay

Walaupun berbahan dasar plastik, dengan menggunakan food container dapat mengurangi pembuangan sampah. Tinggal mencuci bersih setelah itu dapat dipakai berulang, sama halnya seperti piring tempat makan. Keunggulan lainnya untuk ukuran tersedia berbagai macam dan mudah ditemukan di toko-toko penjual bahan roti. 

4. Carton box

Sourced : pixabay

Jika kardus dirasa terlalu tipis, beralih ke Carton box bisa dilakukan. Biasanya dipakai untuk menampung makanan yang mempunyai berat berlebih. Seperti halnya pizza, martabak dll. Tingkat keamanannya terbilang memuaskan, pesanan akan sampi ke tangan pelanggan tanpa merusak barang didalamnya. 

5. Biofoam

Sourced : pixabay

Berbeda dari stereofoam, biofoam terbuat dari pati dengan tambahan serat guna memperkuat strukturnya. Sebagai alternatif kemasan ramah lingkungan dirasa cocok, tapi yang menjadi kendala tingkat ketahanan terhadap air masih kurang. Sehingga direkomendasikan hanya untuk makanan yang bersifat kering seperti halnya kue, roti dll. 

Bagaimana? Tidak tertarik mencoba? Sudah jangan berfikir terlalu lama untuk mengikuti gerakan peduli lingkungan. Melalui karya dari anak muda diharap alam dapat lestari dan layak diwariskan kepada anak cucu kelak. Begitu. 

Posting Komentar untuk "Sampah kemasan plastik di Indonesia musibah ataukah peluang usaha bagi generasi muda?"