Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makanan pedas bikin ketagihan

Ada yang tidak suka makanan pedas? Saya rasa mustahil, godaan dari sambal siapa juga yang bisa tahan?. 

Walaupun keringat sudah mengucur diseluruh tubuh tapi tetap tidak akan bisa menghentikan seseorang untuk menghabiskan makanan, bahkan terkadang rambut sampai terasa gatal. Menggaruk-garuk kepala sudah menjadi pemandangan wajar. 

Bagi para penikmat pedas permasalahan seperti diatas seringkali dialami, namun kesukaan mereka tidak akan pernah berkurang terhadap masakan berbahan dasar cabai. Termasuk saya, ibarat tanpa sambal makanan seenak apapun akan terasa hambar. Terutama untuk menu ayam geprek level 10, Nasi goreng pedas dan mie goreng bertabur irisan cabai rawit, juaralah pokoknya.

Hampir setiap hari saya tidak pernah bosan untuk mencicipi. Terutama diwaktu jam istirahat perkuliahan, bersama teman sekelas hidangan pedas sangat cocok disantap untuk melepas stress seusai pembelajaran. Andaikata disuruh melawan youtuber spesialis mukbang pedas seperti Tamboy kun ataupun Ria RW berani saya. Paling yang saya khawatirkan saat membayar tagihan seusai makan. 

Tapi itu dulu! Untuk sekarang saya tidak mungkin berani. Karena batasan dari daya tahan tubuh tidak saya hiraukan penyakit mulai berdatangan, dari sakit maag sampai asam lambung saya dapat. Ironis memang, terlalu rakus membuat seseorang lalai dari dampak yang akan dialami dikemudian hari. Larut terhadap cita rasa makanan memang sangat memabukkan.

Kalian pernah mendengar istilah tobat lombok?.

Seseorang jika berbuat dosa akan menyesal pada akhirnya dan kemudian berjanji untuk bertaubat, namun selang beberapa waktu kesalahan kembali diulang. Nah persis sama seperti saat saya sedang makan-makanan pedas. Pada awalnya lidah terasa terbakar dan perut mulai panas, secara reflek mulut berucap kapok dan berkata tidak akan mencoba lagi. Tapi kenyataannya kalian tahu sendiri, penjual sampai hafal kalau saya memesan makanan sambal selalu diberikan lebih. 

Dan pada akhir tahun 2020 tepatnya di bulan desember karena kebiasaan buruk tersebut saya harus dilarikan ke UGD, RS UNS menjadi rujukan. Kebiasaan mengkonsumsi pedas sejak kecil berakibat diusia 27 tahun saya menderita usus buntu kronis dan harus segera dioperasi. 

Disini saya tidak melarang kalian makan makanan pedas, tapi melalui pengalaman yang saya lalui setidaknya batasan diri bisa kalian terapkan. Makan sambal secukupnya dirasa lebih bijak, sekedar untuk menambah sensasi makan tentu boleh-boleh saja. Toh makanan pedas juga baik bagi tubuh jika dikonsumsi secara seimbang. Dilansir dari halodoc.com berikut manfaat dari makanan pedas :

1. Menurunkan berat badan

Rasa pedas pada makanan mengandung senyawa capsaicin, yang ternyata kandungan didalamnya dapat meningkatkan temperatur tubuh dan mempercepat metabolisme tubuh. Sehingga kalori dalam badan dapat terbakar secara cepat. 

2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Teruntuk cabai banyak sekali mengandung vitamin C dan A, kedua jenis vitamin tersebut merupakan zat antioksidan yang berfungsi melindungi tubuh dari serangan penyakit. 

3. Mencegah kanker

Mengkonsumsi cabai secara rutin tanpa berlebihan dapat mencegah penyakit kanker. Senyawa kandungan Capsaicin dipercaya dapat menghambat bahkan membunuh sel-sel kanker tanpa merusak sel-sel sehat di sekitarnya. 

4. Menyehatkan jantung

Mengkonsumsi cabai dapat mencegah pembekuan darah, kandungan Capsaicin juga terbukti efektif melawan inflamasi yang merupakan penyebab sakit jantung.  

Dan untuk sekarang makanan pedas coba saya hindari karena trauma masih membekas seusai operasi. Memang sulit dan tentu kurang nikmat apabila masakan hanya terasa manis dan gurih. Tapi merubah kebiasaan harus sudah saya lakukan jika tidak ingin dikatai "alah tobat lombok."

Posting Komentar untuk "Makanan pedas bikin ketagihan"