Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara mengatasi perang harga di bisnis kuliner

Persaingan bisnis kuliner bisa dibilang sangatlah ketat, agar dilirik para pembeli selain beradu rasa para pedagang bahkan sampai ada yang menggunakan cara merusak harga pasaran. Menurukan harga agar terlihat lebih murah dibandingkan tempat lain seringkali dijadikan sebagai daya tarik. 


Padahal kalau dipikir lebih dalam justru kerugian jangka panjang akan dialami, dari sudut pandang pembeli mendapat harga murah memang menyenangkan tapi bagi para pedagang memangkas harga jual dapat berimbas berkurangnya laba yang didapat. Sehingga untuk menutupi kebutuhan hidup, kwalitas dari bahan baku yang dipakai dalam pembuatan makanan tak jarang ikut diturunkan agar laba dapat ditekan lebih banyak. 

Tapi yang perlu diketahui tak selamanya pembeli awam terhadap sebuah produk yang mereka pilih. Pengetahuan terkait kuliner mungkin memang lebih sedikit dibandingkan penjual tapi lidah tidak membutuhkan banyak ilmu ataupun pengalaman hanya untuk sekedar mencicipi enak tidaknya sebuah masakan. Dan pada akhirnya perasaan kecewa dialami oleh pembeli karena rasa sudah tidak lagi sama, tinggal menunggu waktu sampai hari kebangkrutan tiba, pelanggan berkurang satu-persatu. 

Selain itu imbas yang didapat dari pengurangan harga, nilai pasar dari sebuah produk bisa rusak. Harga bahan baku kerap kali mengalami kenaikan, Kestabilan ekonomi akan rapuh namun apabila mempunyai cadangan kas berlebih bukan merupakan sebuah permasalahan. Tapi sebanyak apapun simpanan jika tidak didampingi penjualan yang ideal lambat laun kas tidak akan menyisakan uang lagi. Dan terjerat hutang seringkali dialami oleh para pedagan terutama skala menengah bawah. 

Lantasa cara untuk menang melawan perang harga bagaimana?.

1.  Inovasi produk

Perang harga biasanya dilakukan antar sesama pedagang produk sejenis, terlebih bagi para pemain baru. Agar dapat bersaing dengan tempat makan yang sudah lama berdiri segala cara kerap dilakukan. Tapi tenang kalian tidak perlu mengikuti arus, lawan perbedaan harga dengan mengadakan inovasi produk. 

Diferensiasi sangatlah penting, dengan mempunyai ciri khas tersendiri pembeli dapat menilai keunikan dari tempat kalian. Sehingga untuk harga bukan sebuah permasalahan karena produk yang mereka inginkan hanya ada ditempat kalian. 

2. Beri pelayanan lebih

Melayani pembeli tak selamanya harus berfokus kepada memberikan apa yang mereka inginkan. Saat proses transaksi jual beli menjalin interaksi antar penjual dan pembeli juga disarankan. Sekedar berbincang kabar bahkan dapat menghilangkan perasaan canggung yang dimiliki oleh seseorang ketika hendak datang kembali. 

Terutama di masa Pandemi covid-19, pelayanan lebih haruslah diberikan. Saat menyajikan pesanan protokoler kesehatan alangkah baiknya diterapkan juga. Jika dilihat kalian menggunakan sarung tangan plastik maupun masker kepercayaan dari pelanggan akan didapat. 

Selain itu dalam melawan perang harga kalian tidak perlu menunggu pembeli datang ke lokasi, memanjakan mereka dengan memberikan service delivery order patut dicoba. 

3. Beri nilai lebih

 Kita bisa mengambil contoh ketika berada di posisi konsumen, perasaan senang akan dialami jika produk yang dibeli melebihi ekspetasi. Bisa terkait porsi, rasa, manfaat dari produk sampai dengan tempat yang dikunjungi terasa nyaman. 

 Jika kepuasan diperoleh kita tidak akan ragu dalam mengeluarkan uang. Benar tidak?. 

4. Cari lokasi yang sesuai

Tips ke empat kali ini difokuskan kepada orang yang hendak memulai usaha. Dalam merintis bisnis lokasi sangatlah menentukan, sebagai pemain baru rasa dari produk yang kalian miliki jelas belum diketahui. Sehingga menentukan lokasi jangan asal pilih. Lihat kondisi disekitar ada pedagang yang menjual produk serupa apa tidak?. Jika ada alangkah baiknya dihindari atau beri jarak agar tidak terlalu berdekatan. 

Tujuannya tentu agar kalian tidak terpancing untuk mengikuti perang harga karena merasa tempat yang lama lebih ramai pembeli. 

5. Balas dengan bersabar

Cara yang terakhir sebenarnya tidak baik untuk dijalankan, tapi patut untuk dibagikan. Ketika kompetitor menurunkan harga jual kalian sabar tunggu sampai promosi diskon selesai. Pada masa tersebut laba yang didapat kompetitor bisa dilang hampir tidak ada. Nah ketika harga sudah kembali normal bisa kalian balas balik dengan melakukan cara serupa. 

Pelanggan yang akhirnya berhasil didapat oleh kompetitor akan balik lagi kembali ketempat kalian. Sedangkan disisi kompetitor kerugian akan dialami karena tujuan diadakan promo gagal tercapa yaitu untuk menarik pembeli loyal setelahnya. Kas sudah habis sedangkan pemasukan minim, memperpanjang masa promosi dirasa mustahil dilakukan. Kalian akan menang.

Sebenarnya melakukan penurunan harga boleh saja dilakukan asal pada saat momen-momen tertuntu. Terlalu berambisius Menarik hati para pembeli bisa menjadi boomerang jika salah dalam melangkah. Keharmonisan antar sesama pedagang kuliner juga bisa rusak, dan perlu diingat bisnis tidak seanjing itu kawan. 


Posting Komentar untuk "Cara mengatasi perang harga di bisnis kuliner "