Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baim wong menyelamatkan bisnis kuliner milik penjual bakso di Jakarta timur

Pepatah "pembeli adalah raja" memang benar realitanya, tanpa mereka sebuah bisnis kuliner tidak akan pernah berkembang. Kalau tidak ada pembeli kepada siapa coba kita menawarkan sebuah produk ataupun jasa?. 

Karena dari mereka laba bisa didapat dan dengan adanya perputaran uang maka bisnis bisa berjalan. Saya sendiri selaku penjual mengamini.

Tangkapan layar youtube baim paula
     
Memberikan pelayanan terbaik tentu wajib hukumnya dan untuk sekarang para pembeli juga cenderung lebih diuntungkan. Berkembangnya dunia maya berdampak seseorang dengan bebas dapat memberikan review tentang bisnis yang kita miliki sesuka hati. Satu kesalahan fatal berimbas sepinya sebuah usaha karena terlanjur viral. 
      
Masih ingat dengan warung bakso yang berada di Rawamangun Jakarta timur?. Karena review dari seorang tiktors wanita mendadak warung bakso tersebut sepi pengunjung. Penurunan omset dialami oleh sang pemilik. Menurut sang tiktokers masakan yang disajikan tidak enak serta memiliki harga mahal. Rating 3/10 bahkan dimasukkan kedalam unggahan.

Jujur saya merasa iba kepada sang pemilik warung bakso, dari sanalah beliau menghidupi seluruh keluarganya dan para pegawai. Tapi karena ulah satu orang keterpurukan dialami. Lebih ironisnya opini dari para netizen mudah digiring, tanpa membuktikan fakta dilapangan mereka turut menyimpulkan hal serupa. 

Mungkin sang wanita belum pernah merasakan berada di posisi penjual sehingga bisa sedikit dimaklumi. Kalau saya sendiri justru akan mengambil sikap menyampaikan langsung keluhan kepada sang pemilik. Atau kalau sedang badmood cukup diam dan tidak berkunjung lagi. 

Komplain harga? Memang di warung bakso tidak ada menu tertempel?. Jika ada kenapa juga mesti komplain? Toh cukup mengurungkan niat untuk membeli, selesai. Coba bayangkan apabila yang diserang seorang politikus, apa tidak takut berurusan dengan UU ITE terkait pencemaran nama baik. 

Tapi beruntungnya artis ternama seperti Baim Wong datang berkunjung, pada tanggal 31 januari 2021 melalui kanal youtube Baim Paula klarifikasi coba dicari. Tidak seperti para netizen, ditengah kesibukkannya didunia entertaiment waktu masih disempatkan untuk membantu sesama. Saya salut. 

Rasa dari masakan terbilang cocok dilidah Baim Wong, gurih dari kaldu dan tekstur bakso sangat pas menurutnya. Andaikata bisnis kuliner saya turut didatangi alangkah bahagia. Selain membantu mendongkrak penjualan, endorsmen dari tokoh idola dapat memberikan dampat positif bagi bisnis. Segi publikasi tidak perlu dipertanyakan, brand sebuah usaha dapat dengan cepat menjadi terkenal dan semoga atas kehadir beliau usaha dari sang pemilik warung bakso dapat kembali pulih.


Dahulu sebelum memutuskan berwirausaha mungkin berada di posisi sebagai pembeli tanpa disadari saya juga pernah membuat jengkel para penjual. Seperti sifat :
Menggesa-gesa penjual, dalam beraktifitas seringkali seseorang dikejar waktu, tapi terkadang kesalahan dalam memanajemen waktu kita limpahkan kepada para penjual. Contoh, pada malam hari kita punya janji dengan seseorang jam 8 malam. Jam 8 kurang 10 menit kita baru memesan makanan dan imbasnya perasaan panik dialami. Pesanan tentu ingin segera jadi tapi apa kalian mau menikmati makanan belum Matang?. 
  • Berfikiran semua pedagang mempunyai uang kecil. Saat berjualan saya selalu menyiapkan uang kembalian, yang menjengkelkannya saat membayar para pembeli tidak kira-kira. Total belanjaan 8rb membayar menggunakan uang 100rb, dikira kami para penjual sama dengan bank yang mempunyai stok uang receh berlimpah. 
  • Sok kenal, mungkin tidak semua penjual mengalami, untuk saya sendiri justru sikap seperti ini seringkali membuat kesal. Kalau lelah dalam bekerja jelas dirasakan oleh semua orang, tapi bayangkan saat merasa letih pembeli justru mengajak kita berifikir. Pembeli " mas roti 1, rasanya yang kaya anak saya kemarin beli." lah, emang saya kenal dengan anak ibu?. Geram saya dibuat. 
  • Ingin harga murah tetapi porsi melimpah?. Jujur saya sering mendapat request dari pembeli agar porsi dilebihkan. Tapi apa mereka tahu laba yang saya ambil tidak banyak?. Menurunkan kwalitas dari bahan baku agar permintaan dari mereka terpenuhi sama saja bunuh diri. 
Untuk menghadapi permasalahan diatas sabar merupakan kunci untuk Menaklukkan hati pembeli, andaikata pembeli adalah raja, maka untuk menjadi raja sifat bijak haruslah dimiliki. Sebelum mengambil keputusan alangkah indahnya tidak didasari perasaan emosional. Mau kalian sebagai raja digulingkan oleh rakyat karena dirasa dzolim?. 

Posting Komentar untuk "Baim wong menyelamatkan bisnis kuliner milik penjual bakso di Jakarta timur"