Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips memilih bisnis franchise di Indonesia bagi pemula di era Pandemi COVID-19

Mencari pekerjaan di era pandemi Covid-19 seperti sekarang memang teramat susah. Menurunnya pendapatan sebuah bisnis memaksa para pemilik perusahaan mengurangi jumlah karyawan untuk menekan biaya operasional. 

Wajar saja jika tenaga tambahan tidak terlalu dibutuhkan. Alternatif lain dalam memperoleh rejeki tentu dengan cara memulai membuka sebuah bisnis kuliner. Tapi seringkali seseorang bingung dalam melangkah, gambaran belum hadir dalam kepala terkait produk atau jasa apa yang akan mereka rintis.

by : Pixabay

Namun tidak perlu khawatir, membeli sebuah franchise bisa dijadikan sebagai sebuah jalan keluar. Bukan menjadi permasalahan jika kalian tidak bisa memasak, karena keunggulan dari sistem franchise sendiri adanya SOP (standar operasional produk) yang dimana calon pembeli akan diberikan training terlebih dahulu sebelum terjun langsung ke lapangan. Sehingga mutu dari sebuah produk bisa terjaga kwalitasnya.

Perlu diingat!, Jangan asal memilih sebuah brand!, banyaknya franchise kuliner di Indonesia memaksa kita harus selektif. Jika tidak kerugiaan hanya akan didapat karena produk yang dijual tidak begitu diminati oleh masyarakat. Adapaun tips dalam memilih franchise kuliner di era pandemi adalah sebagai berikut :

1. Pilih produk yang dibutuhkan dan diminati pembeli

Seringkali dalam membuka bisnis kuliner seseorang hanya mengikuti trend, produk A viral laku keras maka tidak membutuhkan waktu lama akan muncul usaha serupa. Untuk jangka pendek mungkin akan mendapat laba dikarenakan peminat saat itu banyak. Tapi untuk jangka panjang?.

Sebut saja es kepal milo, cappucino cincau dan yang terbaru dalgona coffe, produk-produk tersebut mulai kehilangan gaungnya. Dan bahkan peredarannya sekarang sulit untuk ditemukan.

Jadi fokus pertama dalam merintis sebuah bisnis kuliner adalah pilih produk apa yang akan selalu dibutuhkan oleh pembeli. Tidak hanya makanan pokok, jajanan apapun bisa asal ada manfaatnya. Seperti mengenyangkan perut, penghilang dahaga terlebih lagi menyehatkan badan pasti akan selalu dicari pembeli.

2. Jangan mudah terbuai dengan janji-janji

Dalam melihat sebuah penawaran franchise, entah itu di internet ataupun tatap muka secara langsung jangan mudah tergiur dengan iming-iming cepat balik modal ataupun keuntungan perbulan menyentuh angka sampai puluhan juta. Ingat! Realita tidak seindah harapan, karena jika sampai kecewa, semangat kita dalam merintis sebuah bisnis akan terhenti ditengah jalan.

3. Survey lapangan

Menyambung penjelasan diatas, maka kita perlu melakukan survey ke lapangan terlebih dahulu. Datangi salah satu cabang frinchese yang akan dipilih, dengan modus membeli kita dapat menanyakan keadaan outlet tersebut. Bagaimana penjualan mereka, kendala apa saja yang dihadapi saat menjalankan usaha, bagaimana suport franchisor terhadap franchisee.

4. Cek rekam jejak franchisor

Jika sudah memantapkan hati terhadap produk yang akan kita pilih cek terlebih dahulu sejarah franchisor, perusahaan mereka telah berdiri berapa lama?. Semakin lama tentu semakin bagus karena telah terbukti bertahan diberbagai kondisi, idealnya lebih dari dua tahun berjalan. 

Yang kedua jangan sampai terlewatkan juga membaca perjanjian usaha terlebhi dahulu sebelum menandatangani. Kedua belah pihak haruslah saling diuntungkan, pihak dari franchisee atau pembeli tidak hanya dijadikan sebagai sapi perah.

5. Tentukan badget yang sesuai

Jangan suka memaksakan kehendak, dalam merintis usaha selain kesabaran juga memerlukan dana cadangan untuk menutupi biaya operasional diawal pembukaan.

Kita butuh promosi untuk mengenalkan usaha kita dan membayar sewa tempat. Sesukaian anggaran, apabila dana tidak mencukupi kita bisa melakukan survey lagi terhadap brand lain yang lebih terjangkau. Memaksakan untuk berhutang tidak baik kedepannya, pikiran kita akan tertekan dikarenakan menanggung beban.

6. Cari lokasi strategis untuk tempat berjualan

Lokasi merupakan faktor penting yang harus dipikirkan, salah dalam memilih berakibat tempat kita sepi dari pembeli. Adapun tempat yang cocok digunakan seperti halnya di kawasan perkantoran, sekolahan, kampus, lokasi perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya. 

Target market kita juga harus jelas, tidak mungkin kan kita menjual makanan dengan harga mahal di kawasan sekolahan?.

Pikirkan dengan matang sebelum memutuskan membeli franchise kuliner, tergesa-gesa berakibat fatal bagi keberlangsungan bisnis kedepan. Cari sumber informasi terlebih dahulu dan kemudian jangan takut untuk mulai merintis. Kalau tidak sekarang apa kita selamanya akan menjadi pengangguran?.

Posting Komentar untuk "Tips memilih bisnis franchise di Indonesia bagi pemula di era Pandemi COVID-19"