Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah inspiratif Martabak dan pukis keluarga : omset 20jt perbulan dari rumah

Kalian lebih suka martabak ataukah kue pukis?.

Jika diberikan pertanyaan tersebut setiap orang pasti akan merasa bimbang, termasuk saya. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa untuk keduanya terbilang jajanan favorit bagi tiap kalangan. Mulai dari anak kecil sampai dengan dewasa mustahil kalau belum pernah mencoba salah satu.

By : martabak & pukis keluarga

Yah kalian tahu sendiri, untuk mendapatkannya terbilang mudah karena banyak sekali dijumpai penjual diberbagai tempat.Terlebih lagi pukis, dipagi hari jika kalian pergi ke pasar para pedagang kaki lima sudah mulai menjual dagangannya. Dulu ibu saya sering membawakan seusai pulang berbelanja. Sampai dirumah alih-alih membantu, kami malah berebut plastik belanjaan karena sudah tidak sabar untuk segera mencicipi. Walaupun sederhana, tapi kebahagiaan hadir saat itu.

Yang menjadikan kendala justru saya sendiri jarang sekali bisa menikmati martabak dan pukis secara bersamaan. Perbedaan waktu dan tempat berjualan mengakibatkan seseorang harus memilih salah satu, ribet!. Walaupun sekarang hadir jasa pengiriman online, tapi uang berlebih haruslah keluar karena memesan di dua tempat yang berbeda, mahal!.

Tapi tenang!, teruntuk orang yang tinggal di daerah Soloraya semua permasalahan diatas sudah bisa teratasi. Martabak & pukis keluarga hadir untuk memuaskan hasrat kalian, kenapa harus pilih salah satu jika keduanya sekaligus bisa didapat?. 

Hanny Cristan

Beralamat di Klodran rt 01/04 Colomadu Karanganyar, Hany Cristianto membuka lapak dagangannya. Didepan rumah beliau menyiapkan pesanan dari para pelanggan, bisa dikatakan sistem bisnis yang dipakainya menggunakan konsep Ghost kitchen. Keterbatasan tempat bukan merupakan sebuah kendala. Dan dalam sehari rata-rata martabak dan pukis terjual sebanyak 40an porsi lebih. Menarik bukan?. 

Disaat yang lain masih bingung dan ragu dalam merintis bisnis, diusia muda Hany sapaan akrabnya sudah mulai mengembangkan usaha dan telah mengantongi omset tujuh ratus ribu rupiah dalam sehari. Menggiurkan jelas, walaupun masih menyandang status mahasiswa semester tujuh di salah satu kampus swasta Solo tapi tak menghalanginya untuk tetap berwirausaha. Berbekal pengalaman dan modal dari hasil kerja paruh waktu di kedai martabak tercetuslah ide untuk mendirikan bisnis.

Dengan memanfaatkan promosi di media sosial baik itu facebook dan instagram pesanan datang tiap hari, selain dari segi rasa yang berkwalitas ternyata dengan menghadirkan menu yang bervariasi pelanggan merasa senang dan tak ragu untuk kembali memesan. Lihat saja pada gambar dibawah.

By martabak & pukis keluarga

Isian berlimpah menjadi daya tarik, warna-warni dari toping memang menggemaskan. Kelebihan lainnya saat memakan rasa manis dari makanan tidak menyebabkan eneg, pas dilidah dan memberikan kesan nyaman saat menggigit. Empuk dan lembut merupakan gambaran dari tekstur martabak & pukis keluarga. 

Tapi kalau beli keduanya apa tidak mahal?.

Kalau dirasa kemahalan siapa juga yang mau membeli, promo menarik seringkali ditawarkan kepada pelanggan. Selain memberikan diskon besar tiap hari kalian juga tidak perlu mengeluarkan uang berlebih untuk membayar jasa antar, karena disini free delivery order. Tapi tentu tetap dengan batasan jarak, tidak mungkinkan dari Karanganyar mengantar ke Wakanda. 

Nah untuk kalian yang tertarik silahkan hubungi di :

Telpon/wa : +6281575818508

Ig : @martabak_pukis_keluarga

Fb : hannychristan

Bagaimana? Kapan lagi bisa menikmati kedua makanan diatas secara bersamaan dengan harga terjangkau?. Dijamin momen kebersamaan akan terasa lebih lengkap - selengkap martabak & pukis keluarga.

Posting Komentar untuk "Kisah inspiratif Martabak dan pukis keluarga : omset 20jt perbulan dari rumah"