Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Film kuliner inspiratif : The hundred-foot journey (2014)

Jujur saya tidak begitu menyukai film bollywood karena didalamnya terdapat terlalu banyak tarian dan nyanyian. Alih-alih dapat mengangkat suasana, kenyamanan justru terganggu ketika hendak fokus mengikuti alur cerita yang berjalan. Bahasa kasarnya film bollywod itu lebay, cinta-cintaan melulu. 

By : yonulis.com

Tapi pandangan saya berubah seiring waktu ketika tanpa sengaja menemukan film berjudul " The Hundreed-Foot Journey,"  Film adaptasi novel karya Richard C. Morais dan disutradarai oleh Lasse Halstrom.

Dimana dikisahkan sebuah keluarga pergi dari kampung halamannya karena mendapatkan sebuah musibah, rumah sekaligus restoran keluarga yang mereka miliki habis terbakar. Dan atas tragedi tersebut Hasan Kadam selaku tokoh utama harus rela kehilangan sosok dari sang ibu.

Ditengah kesedihan, sang ayah memutuskan untuk membawa anak-anaknya pergi dari India dan memilih tinggal di Prancis. Disana dia membeli bangunan kosong untuk dijadikan tempat tinggal sekaligus kembali merintis usaha restoran dari nol. Mewarisi resep turun menurun keluarga, hasan bertugas sebagai juru masak. Di Prancis masakan dan budaya India ingin mereka perkenalkan. 

Dan disinilah awal mula konflik dalam cerita dimulai, ternyata tempat yang mereka tinggali berseberangan dengan restonan prancis bintang satu Micheline "Madam Mallory's," persaingan bisnis kuliner tentu tidak bisa terelakkan.

Pernah suatu ketika Ny. Mallory selaku kompetitor memborong habis bahan makanan di pasar, dan imbasnya keluarga kadam tidak mendapatkan jatah sama sekali. Tapi berkat kepawaian dari Hasan dengan bahan seadanya pembukaan restoran keluarga mereka dapat berjalan dengan lancar. 

Disini saya mulai agak bingung, sebenarnya film " The hundreed-foot Journey" murni dari India atau bukan. Karena difilmnya budaya negara Prancis juga ditonjolkan begitu banyak. 

Selain itu Hasan diam-diam juga menaruh minatnya terhadap masakan dari negara lain. Dia mendapatkan pengaruh dari sang teman yang kebetulan juga bekerja di restoran milik Ny. Mallory. Hasan diberikan buku-buku terkait masakan Prancis dan dengan antusias setelah selesai bekerja dia semangat mempelajari. 

Semakin lama restoran kadam mulai ramai dengan pembeli, karena sudah memiliki uang dan mempunyai watak ambisius ayah hasan berencana membalas perlakuan dari Ny. Mallory tempo hari. 

Restoran pesaingnya suatu ketika hendak kedatangan tamu penting dan otomatis masakan special ingin disajikan pada hari itu. Mengetahui hal tersebut, sang ayah bertindak cepat, bahan baku di pasar balik diborongnya. Tensi persaingan semakin memanas. 

Hasan kecewa dengan tindakan dari sang ayah, sebagai permintaan maaf dia mencoba memasak masakan Prancis dengan bahan baku burung dara yang telah diborong.

Dengan gagah berani restoran dari kompetitor didatangi, Hasan menawarkan masakannya untuk disajikan di restoran Ny. Mallory. Tapi pertentangan batin dialami, masakan dari Hasan ditolaknya dan dibuang ke tempat sampah. Dibalik itu semua ternyata Ny. Mallory merasa terharu karena masakan yang dicicipinya terlampau lezat. Dia malu untuk mengakui. 

Saya sempat berspoiler bahwa ending cerita dalam film akan berakhir sampai disini, yang dimana Hasan mendapatkan pengakuan. Tapi praduga saya salah, petaka kembali menghantui keluarga Kadam. Tanpa sepengetahuan Ny. Mallory, salah seorang pegawai berbuat nekat dengan menyewa beberapa orang preman untuk merusak dan membakar restoran milik keluarga Kadam. Tapi beruntungnya kali ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Ny. Mallory merasa sangat bersalah, merasa bertanggung jawab beliau turun tangan membantu keluarga kadam dalam membersihkan sisa hasil kerusuhan. Keputusan tegas diberikannya kepada sang pegawai dalang dibalik semua musibah. Walaupun berkedudukan sebagai kepala koki pemecatan tetap dialami. Ny. Mallory beranggapan dia menggaji koki untuk memasak bukan untuk berbuat kriminal. 

Dari kejadian itulah kedua restoran mulai beranjak akur, sampai-sampai Hasan ditawarinya pekerjaan untuk bergabung. Walaupun pada awalnya sang ayah menolak keras perpindahan anaknya ke restoran kompetitor pada akhirnya beliau mengijinkan.

Hasan teramat gembira dan berkah tersendiri bagi Ny. Mallory,  tanpa sepengetahuan beliau kritikus makanan berkunjung. Makanan dari Hasan dinilai dan alhasil setelah tiga puluh tahun berdiri restoran Madam Mallory's mendapatkan bintang dua michelline. 

Di Prancis nama dari Adam melambung tinggi, jalan terang diraih. Jenjang karirnya semakin menanjak tak kala restoran-restoran lain berebut mendapatkan jasanya. Sang ayah turut bangga atas pencapaian dari sang anak. Tapi beda cerita dengan si Hasan, walaupun cita-citanya sudah terwujud tapi kesepian dialami ketika melanjutkan perjalanan karir ke kota Paris. Berada dipuncak mebuat hatinya hampa karena jauh dari orang-orang yang dicintainya.

Ending cerita di film Hasan memutuskan kembali kerumahnya dan menetab bekerja di restoran Madam Mallary's agar dekat dengan keluarga. Karena jasa dari Ny. Mallary's Hasan berencana memajukan restoran beliau untuk menggapai bintang tiga michelline. 

Sungguh menginspirasi memang, kompetitor tak selamanya harus menjadi musuh. Dengan berkolaborasi keuntungan akan didapat oleh kedua belah pihak. 

Posting Komentar untuk "Film kuliner inspiratif : The hundred-foot journey (2014)"