Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 kuliner ekstrim di Soloraya, berani coba?

Menikmati destinasi wisata tanpa berburu kuliner lokal liburan akan terasa hambar. Terutama jika kalian berkunjung ke Karisidenan Surakarta, selain terkenal dengan budayanya daerah Solo raya juga mempunyai kuliner andalan yang sayang untuk kalian lewatkan.

Tidak hanya makanan mainstrem, kuliner eksotik di daerah ber plat motor AD ini bahkan jarang ditemukan ditempat lain. Bisa dikatakan primadona bagi warga sekitar, untuk yang belum pernah mencoba mungkin akan mengatakan ekstrim, tak jarang pula menjadi perdebatan hangat dikalangan masyarakat.


Memaknainya dengan bijak dan saling menghormati satu sama lain menjadi kunci warga Karisidenan Surakarta hidup dengan harmonis. Perbedaan pandangan bukan sebuah permasalahan, karena kuliner merupakan kebutuhan pokok bagi tiap insan. 

Untuk kalian sendiri kuliner eksotik apa saja yang pernah kalian coba? 

1. Sate kelinci tawang mangu (Karanganyar)

Bagi pecinta binatang, kelinci bisa dibilang hewan imut menggemaskan. Nah apa jadinya jika daging ayam diganti dengan daging kelinci untuk membuat sate?. Perasaan tidak tega untuk memakan pastilah muncul. Tapi di daerah Tawang mangu dengan objek wisata air terjunnya kuliner sate kelinci menjadi primadona. 

2. Ciu bekonang (Sukoharjo) 

Untuk kalian anak-anak dibawah umur jangan pernah sekali-kali mencoba minuman keras. Terutama bagi umat muslim karena haram hukumnya. Di Kabupaten Sukoharjo tepatnya didaerah bekonang mayoritas penduduk berprofesi sebagai pembuat alkohol. Tidak hanya digemari di Solo raya, produk ciu Bekonang juga terkenal di seluruh Indonesia.

3. Sweeke sumberlawang (Sragen) 

Disepanjang jalan Solo-Purwodadi, terutama di Kec Sumberlawang, Kab Sragen warung makan sweeke berjajar rapi. Dekat dengan waduk Kedung ombo membuat para pedagang mudah dalam mencari bahan baku. Tapi kalian sudah tahu apa itu sweeke?, kalau katak pasti tidak asing untuk kalian. Hewan amfibi yang hidup di dua alam ini memang merupakan bahan utama dalam memasak sweeke. Memegangnya saja menggelikan apa lagi memakan? Kalian berani mencoba?. 

4. Rica jamu (Solo) 

Karena namanya seringkali wisatawan terkecoh, makanan rica-rica ayam dengan bumbu rempah-rempah seringkali di imajinasikan. Oleh karena hal tersebut pemda membuat peraturan untuk mewajibkan pedagang merubah nama tempat makan mereka menjadi "warung rica-rica guk2!". Makan anjing? Gak takut digigit balik?.

5. Walang goreng (wonogiri) 

Jika hendak berlibur ke Waduk Gajah Mungkur, disepanjang jalan tak sulit untuk kalian menemukan pedagang belalang goreng. Para petani seusai mengurus ladang biasanya memanfaatkan waktu luang untuk mencari belalang. Menambah penghasilan dengan mengolah hasil tangkapan dimanfaatkan oleh mereka. Sebagai buah tangan makanan ini seringkali diburu oleh para wisatawan karena keunikannya. 

6. Tahu susu (boyolali) 

Kabupaten Boyolali memang terkenal dengan daerah penghasil susu murni di Indonesia, banyaknya peternak sapi membuat produksi susu berlimpah. Tak jarang karena distribusi kurang bisa menampung hasil dari para peternak membuang susu terpaksa dilakukan. Untuk lebih memanfaatkannya warga Boyolali mencoba mengolah dengan cara lain, susu biasanya hanya bisa dinikmati dengan diminum tapi melalui kreatifitas lahirlah tahu susu. Dimana proses pembuatannya dengan cara digoreng. Menarik bukan?. 

7. Tumpang lethok (klaten)

Dari namanya saja sudah membuat penasaran, ketika lewat di Klaten alangkah baiknya berhenti sejenak untuk mencicipi. Hidangan nasi dengan sayuran tersiram kuah dari bahan santan, tempe busuk dan bumbu-bumbu rempah menjadi ciri khas. Ditambah dengan lauk telor, daging sapi maupun koyor tentu membuat citarasa dalam masakan menjadi lezat. Untuk harga jangan dipikirkan, dengan uang 8 ribu-15 rupiah makanan sudah bisa kalian coba. 

Posting Komentar untuk "7 kuliner ekstrim di Soloraya, berani coba? "