Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 ide peluang bisnis kuliner tahan krisis

Di masa pandemi covid-19 seperti sekarang tidak bisa dipungkiri bahwasanya perekonomian disegala sektor mengalami penurunan. Terlebih lagi di bidang kuliner, omset bisnis berkurang tak kala daya beli masyarakat melemah. 

Menanggung besarnya beban biaya oprasional bahkan berakibat gulung tikarnya sebuah usaha.Tidak pandang bulu, dari pedagang kaki lima sampai restoran berskala menengah atas merasakan dampak. 

Berbagai upaya pemasaran dilakukan oleh para pebisnis kuliner agar usaha mereka tetap bertahan, brand-brand besar seperti halnya PHD (pizza hut delivery) sampai rela turun kejalan untuk menjajakan produknya. Sungguh ironi memang.

Gelombang makanan maupun minuman kekinian juga seakan tidak mampu merobohkan dinding dari dampak pandemi, satu persatu mulai kehilangan gaungnya. Di marketplace facebook sendiri terlihat banyak sekali para pelaku usaha kuliner mulai mengibarkan bendera putih dengan menjual grobaknya. Mengharap kepastian pendapatan tetap dengan Memilih profesi lain dijadikan sebagai pelarian. 

Yang menjadi pertanyaan, apakah masih ada usaha kuliner yang menjanjikan dimasa pandemi covid-19? 

Jawabannya tentu saja ada, seperti halnya krisis moneter ditahun 98, beberapa usaha kuliner seperti dibawah in telah terbukti teruji bertahan dan tidak lekang oleh zaman. 

1. Martabak

Disepanjang jalan raya, entah itu ditrotoar ataupun di emperan toko para pedagang martabak selalu menghiasi pemandangan. Bahkan tak jarang jarak satu sama lain saling berdekatan, tapi walaupun demikian di tiap gerai selalu saja ramai dengan pembeli. Hal ini menandakan kuliner martabak sangat digemari oleh masyarakat. 

Dengan varian rasa yang beragam mulai dari terang bulan rasa coklat kacang, keju, pisang coklat jelas saja membuat siapa saja menelan ludah. Manis dan empuk dari adonan roti dengan mudah dapat memanjakan lidah.

Semakin kemari, toping ditiap gerai martabak juga bervariasi. Mulai dari toping premium sepertihalnya ovomaltine, nutela, mozarella tersaji. Pamor dari martabak tidak bisa dipungkiri meningkat seiring waktu.

Selain martabak manis ataupun sering juga disebut terang bulan tak kalah populer juga martabak telor. Perpaduan antara telur ayam, bebek daun bawang dan daging menjadi idaman bagi para penikmat kuliner, rasa gurih dari masakan dapat dijadikan lauk sebagai pendamping nasi. Alhasil usaha kuliner martabak bisa dikatakan menjanjikan karena dapat disantap disegala kondisi. 

2. Roti bakar

Sama seperti halnya martabak, pedagang roti bakar sangat menjamur di Indonesia. Dengan harga yang realtif terjangkau tidak akan memberatkan kantong bagi para pembeli. keunggulan lainnya, membuka usaha roti bakar realtif lebih mudah dibanding usaha kuliner lain.

Karena dalam menyiapkan bahan tidak memerlukan aktifitas memasak untuk meracik bumbu. Para pedagang tinggal membeli toping dan keperluan di tembat toko bahan kue. Dan untuk rotinya sendiri disetiap daerah banyak terdapat pabrik pembuatan roti. Jadi tidak perlu bingung dalam mempersiapkan dagangan. 

Jam buka  rata-rata dari jam tiga sore sampai sebelas malam, sehingga sangat cocok juga dijadikan sebagai usaha sampingan. Dengan ketahanan roti selama tiga sampai empat hari usaha seperti ini bisa dikatakan minim resiko. Karena para pedagang tidak perlu membuang-buang bahan yang tidak habis terpakai. 

3. Mie ayam

Makanan pokok bagi masyarakat Indonesia kebanyakan adalah nasi, tapi jika mengkonsumsi tiap hari rasa jenuh pastilah hadir. Nah oleh karena itu mie sering dijadikan sebagai pengganti, target pasar yang luas karena sudah melekat di masyarakat merupakan keuntungan tersendiri ketika membuka usaha kuliner mie ayam.

Para pelaku usaha tidak perlu lagi memperkenalkan sebuah produk, karena mie sendiri sudah menjadi makanan pokok yang ke dua bagi masyarakat indonesia. Siapa juga yang tidak pernah makan mie ayam?. 

Jika usaha lain memerlukan tempat untuk membuka lapak, berdagang mie ayam bisa dijajakan dengan berkeliling. Sistem marketing jemput bola dirasa lebih efektik untuk melakukan pemasaran dimasa pandemi, terlebih lagi dapat menekan biaya pengeluaran untuk membuka usaha. Asalkan pantang menyerah dan percaya diri kesulitan financial jelas saja tidak akan dialami. 

5. Air minum isi ulang

Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia, selain sebagai penghilang dahaga dengan meminum air akan banyak sekali manfaat yang didapat. Apa yang dibutuhkan orang lain disitulah prospek bisnis berada, kita lihat saja di tiap rumah. Galon air isi ulang siapa yang tidak punya? Tak jarang beberapa tempat menyimpan lebih dari satu buah galon untuk stok cadangan keluarga. Air minum dirumah habis tidak mungkin mereka tidak akan datang lagi untuk membeli. 

Jadi kenapa peluang seperti ini tidak kalian ambil?. 

6. Makanan & minuman sehat

Selain di segi ekonomi, pandemi covid-19 tentu berdambak bagi segi kesehatan. Jutaan nyawa telah melayang dikarenakannya, maka demikian menjaga kesehatan merupakan fokus utama untuk sekarang. Selain mentaati protokol kesehatan, mejaga pola makan merupakan prioritas penting. Seperti halnya memilih makanan, tren hidup sehat dapat dijadikan sebagai peluang dalam memilih usaha kuliner. Adapun contoh usahanya seperti berikut : 

A. Jus buah

B.  Salad buah

C. Susu segar murni

D. Gado-gado

Dengan bahan-bahan menyehatkan seperti sayuran dan buah-buahan tentu masyarakat tidak akan berpikir dua kali untuk membelinya. Dengan mengkonsumsi makanan sehat otomatis daya tahan meningkat dan kesehatan keluarga terjaga. Di masa pandemi trend usaha kuliner sehat akan meningkat seiring waktu. 

Nah itu dia beberapa usaha kuliner yang patut dicoba dimasa pandemi covid-19. Peluang usaha dimasa krisis dan prospek jangka panjang bisa dijadikan pertimbangan penting dalam membuka sebuah usaha. Jangan takut mencoba, toh siapa tahu jalan rezeki kalian ada disana. 

Posting Komentar untuk "6 ide peluang bisnis kuliner tahan krisis"