Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 film tentang kuliner di Indonesia yang wajib kalian tonton

Untuk kalian para penggemar film Nusantara, genre apa yang paling kalian sukai?. Percintaan, action, comedi atau horor?. 

Kita sendiri mengakui, Indonesia kaya akan sumber daya, entah itu histori, budaya, alam bahkan kuliner. Tapi dalam dunia perfilman tema terkait cita rasa jarang sekali diangkat oleh para sineas anak bangsa.

Padahal masakan nusantara sendiri sangatlah beragam, tiap daerah mempunyai makanan andalannya masing-masing. Seperti yang tergambar dalam beberapa ulasan film sebagai berikut :


1. Martabak bangka

Walaupun bukan sebagai anak kandung, Ramon Y Tungka atau perannya sebagai aryo mendapatkan warisan untuk mengurusi kedai martabak bangka milik bosnya. Koh acun namanya, beliau adalah seorang perantau dari pulau bangka belitung. Tapi pertentangan batin terjadi, karena menghormati almarhum Aryo lebih memilih mencari kerabat sah dari koh acun untuk mengurusi warisannya. 

Dan alhasil petualangan mereka jalani,  aryo dan Asep sang rekan memutuskan pergi ke pulau bangka. Singkat cerita mereka berhasil menemukan saudara dari koh acun, tapi ketika hendak menyerahkan abu jenazah dan membagi warisannya beliau menolak. Darisana pada akhirnya diketahui alasan koh acun kenapa sampai merantau ke Jakarta.

Inti dari film ini bisa dikatakan mengangkat histori dari si pedagang martabak, dari mulai motivasi merantau, perjuangan awal membuka usaha, sampai berhasil mendapatkan kesuksesan dalam mengembangkan bisnis.

Dan imbasnya menyadarkan aryo untuk berbisnis kuliner menggunakan hati, menikmati proses awal pembuatan makanan dari sebuah tepung menjadi martabak yang enak. Selain itu potensi pariwisata daerah bangka belitung sendiri turut terangkat pamornya lantaran dalam film adegan dilakukan di berbagai tempat yang memiliki nilai jual. 

2. Tabula rasa

Akan terasa aneh jika melihat warung makan padang tapi kokinya orang papua, imajinasi dari sang sutradara bisa terbilang sangat liar. Saya sendiri salut, dalam cerita hans (jimmy kobogau) si tokoh utama adalah seorang anak asal papua yang bermimpi ingin menjadi pesepak bola profesional. 

Tapi sayang cita-citanya harus kandas lantaran mengalami cidera. Keterpurukan hidup dialami, di ibukota pada akhirnya dia menjadi gelandangan. Mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup dirasa sulit, sempat dia berfikiran untuk lompat dari jembatan yang dibawahnya rel kereta api. Tapi urung dilakukan karena mendadak pingsan ketika menahan lapar.

Beruntung Hans ditemukan oleh si mak yang diperankan oleh Dewi irawan. Sama seperti hans, beliau juga seorang perantauan tetapi dari tanah minang selaku pemilik rumah makan padang. Kisah menyentuh hati tergambarkan lantaran si Mak mengganggap hans seperti anak kandungnya sendiri. 

Melihat potensi dari  Hans pasa akhirnya dengan sabar beliau mengajari cara memasak makanan padang. Dan terbukti tempat makan yang mereka kelola semakin lama ramai dengan pengunjung. 

3. Aruna dan lidahnya

Mendapat tugas dari kantornya, membuka kesempatan bagi aruna (Dian sastro) untuk berkeliling nusantara. Bersama sang teman Bono (Nikolas Saputra) ditengah pekerjaan mereka berburu kuliner khas di tiap daerah. Dari mulai mencicipi rawon di surabaya sampai sampai nasi goreng khas mbok sawal di pontianak tak luput mereka coba. 

Tidak hanya berdua, setelah dari Surabaya  turut hadir tokoh farid dan nad menemani. Konflik antar pertemanan menambah bumbu-bumbu cerita film. Dan hasil dari perjalanan mereka jati diri berhasil ditemukan, dimana aruna telah berhasil memuaskan lidahnya, sedangkan yang lain berani merubah idealisme mereka. 

Selain mengangkat makanan khas daerah, ada juga beberapa film di Indonesia yang mengangkat cerita tentang perjuangan seseorang dalam menekuni cita-citanya di dunia kuliner. Antara lain :

1. Filosofi kopi

Ben dan Jodi, mereka berdua merupakan tokoh utama dalam cerita. Bersahabat sejak kecil membuat mereka memutuskan membuka bisnis bersama didunia kuliner. Dimana ben bertugas sebagai barista sedangkan jodi menjadi pengatur keuangan coffeshop milik mereka. Berbagai rintangan di tempuh, mulai dari kekurangan modal hingga berusaha mencari racikan kopi terbaik se nusantara. 

Film Filosofi kopi terkesan sederhana tapi syarat akan makna, terutama untuk kalian para pecinta kopi. Dalam membuka bisnis terutama di dunia kuliner mengandalkan ego tidak akan menghasilkan apapun, kerjasama antar team justru menjadi salah satu faktor keberhasilan seseorang dalam menggapai cita-cita. 

2. Dimsum martabak

Melihat dari sudut pandang Sooga sang tokoh utama pria yang diperankan oleh Boy william, film menceritakan pertentangan idealisme antara ayah dan anak. Dimana dia adalah seorang pewaris dari keluarga yang kaya raya, sang ayah menghendaki Sogaa untuk meneruskan bisnis keluarga. Tapi Sogaa mempunyai keinginan untuk membangun bisnisnya sendiri, membuka kedai martabak dipilih sebagai jalan hidup. 

Karena kecintaannya terhadap martabak, kedai miliknya terkenal enak dan ramai dengan pembeli. Tapi kekurangan masih dimiliki, dalam menjalankan kedai sistem pelayanan masih jauh dari kata profesional. Seringkali dia dibuat kelelahan karena harus merangkap pekerjaan, tidak hanya memasak, membersihkan sisa makanan dari tamu dia lakukan. Tak jarang juga komplain didapat lantaran antrian terlalu lama. 

Ditengah keterpurukan hadirlah Mona, seorang wanita bekas pegawai senior restoran dimsum turut bergabung kedalam team. Mereka saling bahu membahu membangun sebuah sistem agar pelayanan yang diberikan bisa efektik dan seefisien mungkin. 

Karena keseriusannya pada akhirnya sang ayah luluh, dan mulai tertarik untuk berinvestasi kepada sang anak. 

3. Koki-koki cilik

Cita-cita apa hanya boleh dimiliki oleh anak orang kaya?. Tentu saja tidak!, film ini menceritakan kisah tentang perjalanan seorang anak kecil dalam mengikuti ajang cooking camp. Dimana keterbatasan biaya tidak menyurutkan mentalnya untuk bersaing dengan anak-anak orang kaya. Dibantu ibu dan tetangga pada akhirnya bima sang tokoh utama berhasil mendaftar di cooking camp. 

Yah walaupun mudah ditebak, ketika ada perlombaan didalmnya sang tokoh utama jelas akan keluar sebagai pemenang. Dengan bantuan dari mantan chef terkenal skil dari bima diasahnya. 

Tapi patut diapresiasi, saat sineas yang lain berlomba-lomba membuat film horor sexy ataupun percintaan, sang sutradara Ifa isfyansah berani melakukan terobosan dengan menggarap film bertema anak-anak dan kuliner. 

Posting Komentar untuk "6 film tentang kuliner di Indonesia yang wajib kalian tonton"